Internet Go To School

Internet, kata itu mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Untuk sebagian besar orang mungkin ini sudah menjadi kebutuhan keseharian mereka yang selalu menggunakan jasa internet untuk keperluan bisnis, ataupun untuk menyerap berbagai informasi yang tersebar di dunia maya. Alangkah gembiranya kita bila semua orang terutama anak indonesia yang duduk dibangku sekolah dapat dengan mudah menyerap berbagai ilmu pengetahuan yang ada di internet sebagai ilmu tambahan dan referensi dari yang diajarkan oleh guru mereka di sekolah.

Untuk sebagian anak indonesia internet adalah sesuatu yang sangat sulit diraih, di negara kita infrastruktur untuk penyedia jasa layanan ini masih terbatas di beberapa tempat saja itu pun dengan biaya yang relatif mahal untuk ekonomi masyarakat kelas bawah, inilah yang menjadi kesenjangan yang terjadi di indonesia. Lucunya ilmu informatika sekarang sudah masuk ke pelajaran resmi di sekolah me…..nengah khususnya, tapi kita juga tahu berapa persen sekolah di indonesia yang mempunyai komputer untuk praktek siswa, ditambah tidak relevannya unit komputer yang tersedia di sekolah dengan jumlah siswa. Terus yang lebih parah lagi berapa persen sekolah di indonesia yang mempunyai akses internet, sangat memprihatinkan kalau kita berfikir ke arah sana.

Bayangkan jika sebagian besar anak indonesia usia sekolah dapat berkomunikasi satu dengan yang lain tanpa kesulitan? Tidak ada lagi dalam kamus mereka kesulitan dalam memperoleh pengetahuan dan informasi. Tidak ada lagi dalam kamus mereka kesenjangan wawasan berfikir. Interaksi dengan teman-temannya di seluruh indonesia bahkan mungkin dengan negara serumpun atau dengan negara lain dapat dilakukan dengan mudah tanpa kesulitan. Kesenjangan materi yang selama ini terjadi akan sangat mungkin secara perlahan terobati dengan dimulai penyempitan kesenjangan informasi dan pengetahuan. Betapa cerianya bangsai ini di masa yang akan datang.

Tidak kalah menariknya dengan anak indonesia, bayangkan jika biaya komunikasi yang selama ini harus ditanggung para pengusaha kecil dan menengah dalam menjajakan barang dagangannya/hasil buminya dapat ditekan menjadi sangat rendah. Dari biaya faksimili yang beberapa ratus rupiah per lembar menjadi email yang beberapa ratus rupiah bahkan mungkin beberapa puluh rupiah per lembarnya. Biaya transaksi dagang menjadi semakin ringan dan murah. Bukan mustahil hal ini akan menyebabkan perguliran roda ekonomi yang cukup perlahan ini menjadi lebih cepat lagi.

Kedua hal ideal di atas barangkali dapat dijawab dengan teknik share atau penggunaan akses bersamaan. Seperti teknik warung internet atau pembangunan jaringan area lokal di sekolah-sekolah. Konsep ini sangat mungkin sekali dilakukan di kita yang serba terbatas.

Pangandaran Info

Tidak ada Komentar

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan komentar

CommentLuv Enabled