Manajemen Sumber Daya Manusia
A. Pengertian
Manajemen SDM adalah suatu proses menenai berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Di Inggris, bagian yang menangani urusan SDM disebut human resource departement (HRD). (www.sinar-harapan.com).
Menurut A.F. Stoner Manajeman SDM adalah suatu proses yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatannya yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. B. Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia
Keberhasilan suatu organisasi bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah, melainkan lebih ditentukan oleh banyaknya kualitas SDM yang berperan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan.
Negara kita, jika ingin maju dan mampu bersaing di tingkat global mau tidak mau harus mampu mengembangkan kualitas SDM, terlebih lagi penduduk Indonesia jumlahnya sangat besar, yang merupakan sumber produktif potensial sehingga dapat diubah menjadi sumber produktif yang nyata. Demikian pula perhatian yang besar di Indonesia, terhadap manajemen oleh lembaga-lembaga swasta diharapkan akan mempu membawa dampak positif terhadap perkembangan ekonomi dan perusahaan pada masa yang akan datang. (Manulung, 2007)
Demikian secara umum peran, fungsi, tugas dan tanggung jawab manajemen SDM. Adapun peran, fungsi, tugas dan tanggung jawab manajemen secara khusus adalah sebagai berikut :
1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja (preparation and selection)
a. Persiapan
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi para tenaga kerja dan lain sebagainya.
b. Rekruitmen
Rekruitmen adalah suatu proses untuk mencari calon pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan SDM organisasi atau perushaan. Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi jabatan (job description) dan keprofesionalannya. (A.F. Stoner)
c. Seleksi
Seleksi dilakukan untuk mendapatkan calon tenaga kerja yang berkualitas. Oleh karena itu proses seleksi harus dilakukan dengan cara seobyektif mungkin. Karena jika terjadi kecurangan dalam seleksi akan berimbas pada kelanjutan sebuah organisasi atau perusahaan yang bersangkutan. Sebuah hadits mengatakan : “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggu tanggal kehancurannya”.
2. Pengembangan dan evaluasi karyawan
Tenaga kerja yang bekerja pada sebuah organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting.
3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada karyawan
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja pada lingkungan eksternal.
Dalam budaya Indonesia kompensasi ini sudah melembaga, baik yang insidental maupun yang rutin.
C. Fungsi Manajemen SDM
Secara umum, tugas manajer ada empat, yaitu merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengevaluasi. Keempat tugas manajer ini dikenal dengan fungsi manajemen, yang harus dilakukan seorang pemimpin.
Dalam bahasa Indonesia manajemen artinya pengaturan dan manajer adalah pengatur. Namun untuk menjalankan fungsi manajemen bukan hanya milik para pemimpin. Bawahan atau karyawan juga bisa menjadi manajer bagi pemimpinnya.
Pertama, merencanakan. Sebuah perencanaan sangan menentukan keberhasilan sebuah pekerjaan. Perencanakan akan menentukan jenis pekerjaan yang akan dilakukan dalam kurun waktu tertentu, target pencapaian, dan dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut. Seorang karyawan bisa melakukan perencanaan bagi pemimpinnya dengan membuat agenda kegiatan, mulai dari agenda tahunan, bulanan, mingguan, sampai harian.
Kedua, mengorganisasikan. Setelah membuat agenda kegiatan bagi pemimpin, sebagai karyawan harus pandai mengorganisasikan pekerjaannya sendiri agar bisa teratur juga. Jadi, sebagai karyawan juga harus bisa menjalankan tugas dari atasan secara efektif. Hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pengorganisasian adalah, seorang karyawan harus tahu posisinya. Dalam hal ini pula, bukan hanya soal pekerjaan saja yang harus diorganisasi, situasi dan kondisi ruangan bekerja pun harus betul-betul diorganisasi sehingga menimbulkan suasana kerja yang nyaman dan tenang.
Ketiga, mengarahkan. Tugas untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan agar bekerja secara baik, yang paling efektif adalah dengan cara memberikan contoh atau sori tauladan. Disiplin organisasi harus benar-benar diterapkan, jangan sekali-kali dibudayakan mengulur-ulur waktu untuk sebuah rencana kegiatan. Karena jika hal ini sudah menjadi kebiasaan, maka akan sulit untuk memperbaiki kembali.
Keempat, adalah mengealuasi. Evaluasi sangat penting untuk dilakukan, agar seluruh pekerjaan dapat sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat. Buatlah analisis dari hasil yang dicapai berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan. Buatlah kesimpulan untuk dijadikan sebuah pelajaran. Jika hasil evaluasinya positif maka akan menjadi lompatan. Namun, jika sebaliknya, maka perencanaan harus diperbaiki. (E-mail : mqs@manajemenqolbu.com)
C. Mengelola Sumber Daya Manusia
Karyawan adalah kekayaan
Harapan semua manusia pasti sama, semua orang pasti membutuhkan kenyamanan dan kesejahteraan dalam bekerja. Maka pemimpin karyawan harus memikirkan hak-hak karyawannya, contohnya kenyamanan kerja dan gaji yang layak dan mamadai. Jangan ada sedikitpun dalam benak pemimpin perusahaan pemikiran pisik dan memperdayai karyawannya.
Bekerja sebagai investasi
Investasi adalah sebuah pengorbanan yang dilakukan oleh seseorang yang dihitung bukan sebagai biaya yang habis begitu saja, tapi dihitung sebagai aset yang akan mendatangkan keuntungan jangka panjang. Oleh karena itu, bekerjalah pada pekerjaan yang mempunyai nilai tambah. Kuncinya, bekerja berorientasi pada cita-cita jangka panjang dengan mengerjakan pekerjaan dari hal yang kecil hingga yang besar menuju sesuatu yang kita cita-citakan.
Mencintai pekerjaan
Kemuliaan seseorang dalam bekerja adalah ketika ia menyempurnakan ‘proses’ dalam pekerjaannya. Menginginkan hasil yang baik adalah penting, tapi yang terpenting adalah menyempurnakan proses kerjanya, karena dengan proses yang optimal akan meraih hasil yang optimal pula. Sedangkan pekerjaan yang baik dan cocok dengan profesi seseorang dilihat dari tiga ciri. Pertama, seseorang harus menciantai sepenuh hati dan merindukan pekerjaan itu. Kedua, sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Ketiga, menyukai proses penyelesaian sebuah pekerjaan.
Mendisiplinkan karyawan
Peraturan diataur agar perusahaan berjalan teratur, rapi dan terarah. Karena itu segeralah tegur karyawan jika tidak mau diatur oleh perusahaan. Jika teguran itu tidak memberikan perubahan yang signifikan, jalan mengeluarkan karyawan merupakan pilihan terbaik. Sebab jika dalam sebuah perusahaan ada salah seorang karyawan yang tidak mau diatur maka perusahaan akan kehilangan wibawa. Selain itu ‘penyakit’ tidak bisa diatur itu akan menular kepada karyawan lainnya di perusahaan itu.
Nilai-nilai profesional
Seseorang dapat dikatakan profesiaonal dengan pekerjaannya bila mengandung lima hal berikut. Pertama, pekerjaan tersebut sudah menajadi keahliannya, sehingga mengerti betul secara detil ilmu atau bidang yang digelutinya. Kedua, senantiasa peduali dengan hal-hal kecil dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga ia mampu melaksanakan setiap prosedur standar, bahkan mengembangkannya lebih baik lagi. Ketiga, bertaggungjawab terhadap setiap yang dilakukannya, sehingga ia selalu berhati-hati dan memeprhitungkan risiko sebelum melaksanakan pekerjaannya. Keempat, senantiasa melakukan pengendalian dan pengawasan pada setiap pekerjaan agar setiap kesalahan terdeteksi sedini mungkin. Kelima, sangat mencintai pekerjaannya, sehingga profesi pemikiran, pendengaran, pembicaraannya tetntang profesinya paling besar dari pada bidang lainnya (E-mail: tasdiqiya@yahoo.com)
Tidak ada Komentar
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. TrackBack URI






