Organisasi Keagamaan dan Perannya dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia

Penulis: Dadan Ramdani, Bahasa: Indonesia, Kategori:  Karya Tulis Ilmiah, Makalah Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia. Jumlah Halaman: 8, Format File: Doc, Publisher: pangandaraninfo.com, Tahun Terbit: 2010, Download Makalah Lengkap: dadanramdani-orgnissikegamaandanpranyadlmpngmbnganpendislmind.rar

Islam dan pembentukan peradaban dunia, bahkan pendidikannya bermula dengan adanya gerakan rohaniah yang meresap pandangan hidup Islam dalam jiwa yang bermula dari dzahir Islam itu sendiri sebagai sebuah agama rahmat ke seluruh alam. Tidak ada lagi zaman yang lain selepas kemunculan Islam, dengan bersumber ke Al-Quran dan Sunnah Rasul SAW, Islam jadi satu kekuatan besar yang melimpahkan rahmatnya dari tanah Arab yang kering dan berdebu menjai hijau dan subur. Bahkan terus merambat ke berbagai penjuru dunia, dari Bumi Farsi yang sekarang dikenal dengan Iran melintasi Bilad al-Sham mencakup Jordania, Syria dan Irak yang pernah dijajah imperium Romawi sampai ke Mesir dan Bilad al-Sudan atau Afrika dan terus menyeberang ke Mawara al-Nahr Negara yang kini bernama Turkmenistan, Uzbekistan, dan Goergia ke Al-Hind yang kini dikenal dengan India tempat para ahli ilmu alam Islam.

Peradaban Islam ini akhirnya menginjak Tanah Besar China dan seterusnya ke Bilad al-Jawi yang lebih dikenal dengan Tanah Melayu yang mencakup semenanjung Malaysia, Borneo, Indonesia, Philipina, dan sebagian dari Thailand dan Kamboja. Merambahnya Islam ke semua tempat sekaligus membawa perubahan kepada keilmuan, peta dunia, ekonomi, politik, dan social dan budaya dunia ketika itu. Jalan-jalan perdagangan menjadi garis penentu yang memisahkan Bandar-bandar utama di dunia, sekaligus memperkaya peradaban dan juga bahasa.

Islam telah dikenal ke Nusantara atau Indonesia pada abad pertama Hijriyah atau 7 Masehi, meskipun dalam frekuensi yang tidak terlalu besar melalui perdagangan dengan para pedagang muslim yang berlayar ke kawasan ini singgah untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam lebih intensif, khususnya di Semenanjung Melayu dan Nusantara, berlangsung beberapa abad kemudian.

Bukti peninggalan pertama arkeologi Islam di Asia Tenggara adalah dua makam muslim yang ada sekitar akhir abad ke-11 M di dua tempat yang sebenarnya agak berjauhan, di Padurangga (sekarang Panrang di Vietnam) dan di Leran, Gresik, Jawa TImur). Makam di Gresik adalah makam Fatimah binti Maimun, pada tahun 1082 M, yang diperkirakan adalah putri raja Gedah (Kedah).

Kemudian bukti peninggalan yang lain yakni adanya tempat-tempat ibadah, tempat-tempat pengembangan pendidikan Islam, serta organisasi-organisasi keagamaan yang memang sangat berperan aktif dalam mengembangkan pendidikan islam itu sendiri.

Maka dari itu melalui makalah yang sangat sederhana ini, kami sebagai penulis tertarik untuk mengangkat tema ini menjadi sebuah judul “Organisasi Keagamaan dan Perannya dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia”. Semoga bermanfaat.

Tidak ada Komentar

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan komentar

CommentLuv Enabled