Musibah Ledakan Elpiji; keprihatinan dan tips.

Ujian bagi pemerintahan SBY datang silih berganti. Tercatat semenjak SBY menjabat sebagai presiden berbagai prahara dan bencana bertubi-tubi melanda negeri ini. Bencana dan korban jiwa yang terjadi dalam pemerintahan ini sebenarnya tidak bisa diidentikkan atau disangkut-pautkan dengan sebuah pemerintahan, akan tetapi hal ini setidaknya sempat menjadi analisa publik.

Dalam masalah musibah yang dialami sebagian masyarakat Indonesia yang disebabkan oleh ledakan elpiji, media massa hampir tiap hari mendapat berita tentang musibah ledakan yang merenggut korban jiwa. Pihak-pihakĀ  dan kalangan politisi sibuk saling tuding dan saling menyalahkan. Ada yang menuding bahwa kesalahan itu akibat tabung yang meledak, namun selidik punya selidik dari puing-puing bekas musibah itu didapati tabung elpijinya masih utuh. Tuduhan beralih kepada regulator dan selang, dengan dalih tidak menggunakan aksesoris berstandar SNI, dsb.

Saling tuding yang tidak berdasarkan fakta dan disebarluaskan melalui media merupakan suguhan pembelajaran yang kurang baik bagi masyarakat luas. Karena bagaimanapun program konversi minyak tanah ke gas itu setidaknya telah melalui kajian yang mendalam dan proses panjang tentunya. Dalam hal ini masyarakat luas sudah dapat mengira bahwa PT Pertamina sebagai satu-satunya BUMN yang memiliki hak pengelolaan migas telah diberi kewenangan seluas-luasnya dalam mengekplorasinya. Sebagai salah satu badan usaha monopoli tentu akan mengakibatkan sulitnya semua pihak untuk memberikan fungsi kontrol, kritik, koreksi dan terlebih membarikan pelayanan yang lebih berpihak kepada konsumen. Dengan demikian maka dalam hal ini semua pihak sudah sewajarnya sama-sama memberikan koreksi terhadap keberadaan badan usaha yang sifatnya menguasai sarana sentral, dan barangkali sudah saatnya agar tidakĀ  lagi mempertahankan perusahaan monopoli itu. Sama halnya seperti PLN dan pengelolaan ibadah haji. Akibat kebijakan monopoli ini, maka masyarakat telah dirampas haknya dalam menentukan pilihan hidupnya agar keluar dari bayang-bayang risiko yang berakibat fatal dan mengancam jiwanya. Masih mendingan jika pengelolaan itu dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Mengapa musibah ledakan elpiji terjadi secara berulang-ulang? Apakah si pengguna elpiji itu tidak cukup mendapat pelajaran dari peristiwa musibah yang telah lalu? Bukankah pribahasa kita telah mengatakan “tidak akan adak terperosok ke dalam jurang untuk kedua kalinya”? Jawabnya hanya satu, yakni tidak ada pilihan.

Beberapa kemungkinan terjadinya kebocoran

Sehubungan dengan kejadian bocornya gas elpiji itu hingga saat ini tidak ada solusi penanganan yang terbaik. Mengingat berat jenis dari gas itu sangat halus dan tidak terlihat serta dalam hitungan se per sekian detik kecepatan daya sambarnya terhadap sumber air, maka tak satupun teknik jitu yang bisa mengindar dari semburan api gas itu. Maka ada beberapa kemungkinan kebocoran gas itu dari komponen-komponen yang ada, di antaranya :

  1. Tabung yang sudah termakan karat atau yang penyok dan rusak. Terutama bagi pemakai yang rumahnya di tepi pantai, segala perabotan yang terbuat dari mahan besi akan cepat mudah berkarat.
  2. Siltip drat kurang rapat.
  3. Karet seal. Untuk komponen yang satu ini meskipun bentuknya paling kecil namun memiliki fungsi yang sangat besar. Seperti pengalaman penulis yang sering dialami bahwa rata-rata kerenggangan regulator lebih disebabkan karena karet seal yang kurang lentur dan tidak elastis.
  4. Regulator pecah akibat terbanting atau alat pengancingnya dol. Rata-rata regulator itu terbuat dari bahan coran yang mudah pecah.
  5. Selang yang kaku, tidak lentur. Ketika sering ditekuk terjadi patahan dan bocor.
  6. Pentil kompor tidak berfungsi.

Dari keenam komponen tersebut menurut pengalaman pribadi penulis maka kebocoran sering terjadi akibat karet seal yang tidak berfungsi baik. Dengan demikian, solusi yang dapat penulis lakukan adalah setiap kali akan menukarkan tabung ke warung terdekat, maka karet sealnya penulis ambil dengan cara dicungkil menggunakan paku. Kita kumpulkan karet seal tersebut, untuk stok barang kali suatu saat tabung yang baru kita tukarkan dengan berisi itu karet sealnya tidak berfungsi baik, maka bisa diganti dengan stok yang kita kumpulkan.

Tidak ada Komentar

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan komentar

CommentLuv Enabled