Category: Khazanah Islam

Pemberi Sedekah yang Mendapat Sorotan Negatif

Di belahan dunia manapun tujuan manusia pada prinsipnya sama, ingin mendapat kehidupan yang layak sejahtera, aman, tertib, damai, dan sentosa. Hanya saja keinginan tersebut tidak selamanya terwujud dengan mudah. Keadaan inilah yang menimbulkan adanya kalsifikasi dan strata sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Maka timbullah kelas sosial yang kaya, sedang dan miskin (KSM). Menjadi orang miskin bukanlah sebuah keniscayaan, demikian pula menjadi orang kaya bukanlah suatu keharusan. Manusia, dalam menapaki garis nasibnya akan mendapat bagian yang berbeda-beda dari Allah SWT., meskipun dengan segala kekuatan, teori, modal, dan sumber daya yang digunakan relatif sama. Setiap manusia amat tercela jika berputus asa, dengan demikian segala “terapi” yang ditawarkan agar sikap manusia yang beriman itu tetap teguh dalam do’a, ikhtiar, dan tawakal. Read more »

Ramadhan : Sebelum Urusan Kita Selesai, Jangan Pergi Dulu

Hawa dan suasana lebaran kian terasa, hari berlalu tak ada yang dapat menghentikannya. Budaya menyambut lebaran dengan sikap yang berlebihan sudah menjadi tradisi yang kuat melekat di hati masyarakat kita. Sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan yang menawarkan berbagai keutamaan lewat begitu saja. Kesibukan kaum muslimin terhenti pada urusan persiapan menyambut hari raya lebaran. Read more »

Toleransi Puasa, Harus dimulai dari mana?

Persepi kita selama ini akan merasa geram dan kesal ketika menyaksikan orang lain tidak berpuasa, di tengah-tengah kaum muslimin sedang menjalankan ibadah puasa. Kalaupun orang yang tidak berpuasa itu beragama non-muslim, kita menuntut agar mereka bisa mengerti dan mau ber-’toleransi’ terhadap kita. Apalagi jika diketahui bahwa orang yang tidak berpuasa itu masih sama-sama muslim (alasannya adalah redaksi Hadits tentang tuntutan untuk memberantas kemunkaran, dengan tangan, mulut, dan hati). Read more »

Tidak Mengotori makna Fitri di Hari Raya Lebaran

Ibarat sebuah logika dari makna hadits yang menerangkan bahwa di bulan suci Ramadhan itu pintu sorga terbuka lebar, syetan-syetan dibelenggu. Selama satu bulan syetan berada dalam ikatan belenggu, tentu dalam hal ini mereka akan mengumpulkan segala tenaga dan taktik serta strategi pada saat selesai Ramadhan tiba, maka otomatis belenggu syetan akan dibuka kembali. Dengan demikian si syetan yang “lapar” tersebut akan dengan lahapnya melancarkan godaan-godaannya pada umat muslim yang baru saja selesai menunaikan ibadah puasa. Read more »