Jaman serba digital sekarang ini urusan photography bisa dilakukan siapa saja dengan mudah, perangkat kamera digital saku hingga kelas SLR harganyapun sudah jauh lebih ramah (baca: murah). Selain kedua alat tadi pabrikan hp pun terus bersaing untuk menarik perhatian konsumen dengan menambahkan fitur-fitur photography layaknya kamera digital mahal, ada yang menyebutnya 5 Megapiksel, autofokus, bahkan pengaturan white balance…hk..hk..hk rada pingin ketawa sebetulnya.. Read more »
PangandaranInfo. Media Informasi dan Promosi
Selain dengan memendekan durasi flash, ada cara lain untuk menangkap gerakan cepat, yakni menggunakan efek strobo-fitur yang biasanya tersedia pada flash eksternal yang lebih canggih, anda bisa memanfaatkannya untuk menunjukan pisisi bola tenis di saat servis, atau gerakan tangan ketika mengayunkan stik golf, misalnya, efeknya menyerupai multi ekplosur. Di sini bukannya melakukan jepretan beberapa kali, tapi anda cukup sekali memencet tombol rana, dan multiple exposure tercipta dari multiple flash. Tekniknya memang sulit untuk mendapatkan yang tepat.
Cara menggunakan
Efek strobo boleh juga disebut multi-flash. Bisa jadi set-up dan pemotretannya lumayan komleks, karena banyak parameter yang harus dijalankan, serta efek flash stroboskopik terhadap flash output, pada flash Canon 550 EX misalnya, pengaturan flash stroboskopik perlu beberapa tahap. Pertama, anda harus memilih modus Multi di Flash. Selanjutnya, anda perlu mengatur interval atau frekuensi flash; ini diukur dalam satuan Hertz, atau jumlah flash per detik. Kemudian, anda perlu mengatur beberapa kali flash menyala. Flash output juga perlu diatur-untuk model ini, tidak bisa lebih tinggi dari kekuatan 1/4 . terakhir yang tentunya perlu cukup lama untuk keseluruhan sekuen flash-angka bisa didapat dengan mengalikan frekuensi flash dengan jumlah nyala flash.
Aturan Flash Strobo
Jepretan stroboskopik perlu di set up dengan persyaratan tertentu. Yang paling jelas adalah kecepatan rana minimum-10 sekuen flash pada frekuensi 5 Hz perlu waktu dua detik, dan dalam tempo itu subjek bisa banyak bergerak. Tingkat pencahayaan sekitar harus sangat rendah juga, dan kemungkinan anda akan bekerja di tempat gelap. Exposure dua detik aperture f/5.6 atau f/8 (ingat anda tidak menggunakan kekuatan flash penuh) akan mampu merekam cahaya sekitar yang sangat redup sekalipun. Efek stoboskopik bisa didapat dengan sangat baik apabila subjek utama yang dipotret bergerak, sementara yang lainnya statis. Untuk tangan yang sedang mengayunkan stik golf, misalnya mungkin perlu beberapa kali jepretan untuk memperoleh gerakan yang tepat, sehingga bagian-bagian dari si pegolf yang diharapkan diam memang benar-benar tak bergerak.
Artikel yang berkaitan:
- Piranti Multi Flash
- Komposisi Objek Photo
- Agar Hasil Photo Lebih Fokus
- Pengaturan Lampu Flash untuk Photo Close-Up
- Memahami Ukuran Lensa
Pangandaran Info Media Promosi dan Informasi
Flash menjadi sumber cahaya ideal untuk fotografi close-up, karena anda seringkali bekerja dengan aperture yang kecil untuk mendapatkan ruang ketajaman yang cukup. Hal ini sulit diperoleh bila menggunakan pencahayaan ambient (sekitar). Read more »
Batas jumlah flash
Canon 550 EX bisa difungsikan sebagai slave unit yang bisa dipicu dari jarak jauh oleh flash yang terpasang di kamera. Anda bisa menggunakan sampai tiga 550EX. Hal yang sama bisa anda lakukan dengan flash Nikon SB600. Alasan utama kenapa kita perlu membatasi jumlah flash yang digunakan adalah meningkatnya kerumitan, dalam hal lighting, pengaturan multi flash. Dengan menggunakan Read more »