Hubungan antara Perhatian Orangtua dengan Prestasi Belajar Peserta Didik
BAB I
PENDAHULUAN
- A. Latar Belakang Masalah
Keluarga merupakan buaian tempat anak melihat cahaya kehidupan pertama, sehingga apapun yang dicurahkan dalam sebuah keluarga akan meninggalkan kesan yang mendalam terhadap watak, pikiran serta sikap dan perilaku anak. Sebab tujuan dalam membina kehidupan keluarga adalah agar dapat melahirkan generasi baru sebagai penerus perjuangan hidup orang tua. Untuk itulah orang tua mempunyai tanggung jawab dan kewajiban dalam pendidikan anak-anaknya. Firman Allah SWT. Dalam al-Qur’an surat At-Tahrim 66:6 :
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Departemen Agama RI tahun 1995 halaman 505)
Setiap orang tua pasti menginginkan keberhasilan dalam pendidikan anak-anaknya. Keberhasilan tersebut tentunya tidak akan dapat terwujud tanpa adanya usaha dan peran dari orang tua itu sendiri.
Salah satu dari peranan orang tua terhadap keberhasilan pendidikan anaknya adalah dengan memberikan perhatian, terutama perhatian pada kegiatan belajar mereka di rumah. Perhatian orang tua memiliki pengaruh psikologis yang besar terhadap kegiatan belajar anak. Dengan adanya perhatian dari orang tua, anak akan lebih giat dan lebih bersemangat dalam belajar karena ia tahu bahwa bukan dirinya sendiri saja yang berkeinginan untuk maju, akan tetapi orang tuanya pun demikian. Sebab baik buruknya prestasi yang dicapai anak akan memberikan pengaruh kepadanya dalam perkembangan pendidikan selanjutnya.
Totalitas sikap orang tua dalam memperhatikan segala aktivitas anak selama menjalani rutinitasnya sebagai pelajar sangat diperlukan agar si anak mudah dalam mentransfer ilmu selama menjalani proses belajar, di samping itu juga agar ia dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal. Perhatian orang tua dapat berupa pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar, pemberian motivasi dan penghargaan, serta pemenuhan fasilitas belajar. Pemberian bimbingan dan nasihat menjadikan anak memiliki idealisme, pemberian pengawasan terhadap belajarnya adalah untuk melatih anak memiliki kedisiplinan, pemberian motivasi dan penghargaan agar anak terdorong untuk belajar dan berprestasi, sedangkan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan dalam belajar adalah agar anak semakin teguh pendiriannya pada suatu idealisme yang ingin dicapai dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Dari hasil penjajakan awal yang penyusun lakukan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak, diketahui bahwa prestasi belajar yang dicapai sebagian peserta didik di Madrasah tersebut masih rendah. Hal ini diduga karena kurangnya aktivitas peserta didik dalam belajar yang juga disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua terhadap belajar peserta didik di rumah. Dugaan tersebut berdasarkan dari pernyataan beberapa orang peserta didik yang menyatakan bahwa orang tua mereka jarang sekali mengawasi ataupun menemani mereka belajar di rumah. Jadi, dapat dikatakan bahwa kurang maksimalnya prestasi belajar yang dicapai sebagian peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak sangat berhubungan dengan kurangnya perhatian orang tua terhadap belajar peserta didik, terutama ketika belajar di rumah.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penyusun merasa tertarik untuk mengadakan penelitian lebih mendalam yang dituangkan dalam bentuk skripsi dengan judul:
Hubungan antara Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis.
- A. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
- Bagaimana perhatian orang tua terhadap anaknya yang menjadi Peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis?
- Bagaimana prestasi belajar Peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis?
- Apakah ada hubungan yang positif antara perhatian orang tua dan prestasi belajar Peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis?
- B. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
- Perhatian orang tua terhadap anaknya yang menjadi peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis.
- Prestasi belajar Peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis.
- Hubungan antara perhatian orang tua dan prestasi belajar Peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis.
- C. Kegunaan dan Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai:
- Salah satu bahan informasi bagi para orang tua akan pentingnya prestasi belajar anak, sehingga dapat memberikan perhatian lebih intensif terhadap belajar mereka.
- Sumbangan pemikiran dan masukan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan, terutama dalam hal peningkatan prestasi belajar para peserta didik, melalui peran orang tua dalam memberikan perhatian terhadap belajar anaknya di rumah, khususnya di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak.
- Bahan informasi dan perbandingan bagi peneliti berikutnya yang akan mengadakan penelitian lebih lanjut tentang masalah yang serupa.
- Sumbangan keilmuan untuk memperkaya khazanah perpustakaan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah.
- D. Kerangka Pemikiran
Prestasi belajar yang diperoleh seorang peserta didik dapat menjadi tolak ukur tentang sejauh mana keberhasilan usahanya dalam belajar. Dengan kata lain bahwa prestasi belajar yang tinggi dan memuaskan dari seorang peserta didik merupakan suatu indikator bahwa ia telah berhasil dengan baik menguasai sejumlah pengetahuan atau materi yang diberikan guru dari suatu kegiatan pembelajaran di sekolah. Sebaliknya, jika prestasi yang diperoleh seorang peserta didik rendah atau kurang memuaskan maka dapat dikatakan ia belum dapat menguasai sejumlah pengetahuan yang diberikan guru dari suatu kegiatan belajar di sekolah.
Untuk dapat memperoleh prestasi yang baik dalam belajar, seorang peserta didik tentunya harus melakukan aktivitas belajar yang maksimal, baik di sekolah maupun di rumah. Dalam melakukan aktivitas belajar tersebut, segala bentuk perhatian dari orang tua sangatlah dibutuhkan peserta didik. Karena perhatian orang tua terhadap belajar peserta didik akan dapat menjadi pendorong atau motivasi baginya untuk giat belajar dan mencapai prestasi yang maksimal. Lain halnya bagi peserta didik yang tidak mendapat perhatian orang tuanya, tentunya akan memiliki motivasi belajar yang rendah dan akhirnya berpengaruh pada pencapaian prestasi yang rendah pula. Jadi dapat dikatakan bahwa perhatian orang tua terhadap peserta didik memberi pengaruh besar dalam keberhasilan belajar peserta didik. Dengan kata lain bahwa semakin baik perhatian orang tua terhadap belajar seorang peserta didik, maka semakin baik pula prestasi belajar yang dicapainya dan demikian pula dengan sebaliknya.
Dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu perhatian orang tua sebagai variabel bebas (Independent Variabel) yang dilambangkan dengan “X” dan prestasi belajar peserta didik sebagai variabel terikat (Dependent Variabel) yang dilambangkan dengan “Y”.
Gambar 1
Kerangka Pemikiran
- E. Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, maka hipotesis yang dikemukakan adalah:
| Ha | : | Ada hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak. | |
| Ho | : | Tidak ada hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak. | |
- F. Langkah-langkah Penelitian
Dalam penelitian ini penyusun melakukan kegiatan melalui beberapa tahapan, yaitu:
- 1. Menentukan Metode Penelitian
Penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan dan menganalisa secara mendalam tentang profesionalitas mengajar seorang guru dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didiknya. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan yang bermanfaat bagi guru, kepala sekolah, sekolah, Dinas Pendidikan, Departemen Agama dan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif yang bersifat korelasional. Metode deskriptif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menjabarkan secara jelas hasil-hasil penelitian serta berfungsi untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi saat ini. Sedlack dan Stanley (1992) menjelaskan bahwa metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk membuat penjelasan pengelompokan, analisa data dan rangkuman data hasil penelitian. Hal ini berarti metode deskriptif bersifat menjabarkan data hasil penelitian secara jelas dan akurat.
Korelasional berarti kajian keterhubungan antara dua atau lebih variabel penelitian. Hal ini sejalan dengan pendapat Fraenkel dan Wallen (1993: 286) yang menyatakan bahwa metode korelasional menitikberatkan penelitian pada pencarian hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya.
Dipilihnya metode ini karena penelitian yang dilakukan penyusun adalah berusaha untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian. Jika ada, seberapa besar kekuatan hubungan tersebut.
- 2. Menentukan Jenis dan Sumber Data
Menurut Arikunto (2006: 129) sumber data penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik dan orang tua peserta didik MTs Negeri Cimerak sebagai responden dalam mempersepsi hubungan perhatian orang tua dengan prestasi belajar.
Penelitian ini berlokasi di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua dari peserta didik kelas VII MTs Negeri Cimerak tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 45 orang. Dari jumlah populasi dilakukan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampel bertujuan. Pengambilan sampel dilakukan terhadap orang tua dari peserta didik MTs Negeri Cimerak tahun pelajaran 2008/2009 yang telah mengikuti ulangan semester I yang berjumlah 45 orang. Karena ada beberapa orang tua yang menyekolahkan anaknya di Madrasah ini lebih dari satu orang, sehingga jumlah orang tua Peserta didik yang dijadikan sampel penelitian menjadi 40 orang tua. Untuk lebih jelasnya mengenai data, sumber data, dan teknik pengumpulan data dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1
Data, Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
| No | Data | Sumber Data | Teknik Pengumpulan Data |
| 1 | Perhatian orang tua terhadap Peserta didik:
|
Orang tua
Orang tua Orang tua Orang tua |
Angket
Angket Angket Angket |
| 2 | Prestasi belajar Peserta didik MTs Negeri Cimerak, yaitu nilai raport semester satu tahun pelajaran 2008/2009 | Dokumen | Dokumenter |
| 3. | Latar belakang objek penelitian
|
Kepala Sekolah
Tata Usaha |
Wawancara
Wawancara dokumenter |
- 3. Menentukan Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu sebagai berikut:
- a. Angket
Teknik angket ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data utama untuk menggali data pokok dari responden (orang tua Peserta didik), mengenai perhatian orang tua terhadap Peserta didik, meliputi pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar, pemberian motivasi dan penghargaan, serta pemenuhan fasilitas belajar.
- b. Wawancara
Teknik wawancara ini digunakan untuk menggali data penunjang dari informan. Wawancara dilakukan dengan Kepala Sekolah unuk mengetahui Sejarah singkat berdirinya MTs Negeri Cimerak, pengajar, staf administrasi. Wawancara dengan Wali Kelas dilkukan untuk mengetahui Keadaan Peserta didik yang akan diteliti dan lain-lain.
- c. Dokumenter
Teknik ini digunakan untuk menggali data pokok tentang prestasi belajar Peserta didik melalui rekaman nilai raport semester satu tahun ajaran 2008/2009. Di samping itu, teknik ini digunakan untuk menggali data penunjang, seperti jumlah Peserta didik, guru, TU serta sarana dan fasilitas yang dimiliki Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kabupaten Ciamis.
- G. Menentukan Teknik Analisis Data
Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan antar variabel yang dianalisis. Untuk mengetahui apakah perhatian orang tua dan prestasi belajar tersebut memiliki hubungan positif yang signifikan, maka dilakukan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus korelasi serial sebagai yaitu sebagai berikut:
Keterangan:
rser = Koefisien Korelasi Serial
Or = Ordinat yang lebih rendah
Ot = Ordinat yang lebih tinggi
M = Mean
SDtot = Standar Deviasi Total
P = Proporsi individu dalam golongan
Menurut Anas Sudijono, untuk mencari Standar Deviasi digunakan rumus:
Keterangan:
SDtot = Standar Deviasi Total
Y = Nilai rata-rata masing-masing siswa
Y2 = Nilai rata-rata masing-masing siswa yang dikuadratkan
N = Jumlah Siswa
Selanjutnya untuk menentukan data penelitian ini signifikan atau tidak, interpretasi juga menggunakan tabel nilai r (rt), dengan terlebih dahulu mencari derajat bebasnya (db) atau degrees of freedom (df) yang rumusnya adalah:
df = N – nr
Di mana:
df : Degrees of Freedom (derajat bebas)
N : Number of cases
nr : Banyaknya variabel yang kita korelasikan
Selanjutnya untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel X terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus koefisien determinan. Koefisien determinan adalah kuadrat dari koefisien korelasi PPM yang dikalikan dengan 100%. Dilakukan untuk mengetahui seberapa besar variabel X (Profesionalitas Mengajar) mempunyai kontribusi atau ikut menentukan variabel Y (Prestasi Belajar Peserta Didik). Derajat koefisien determinasi dicari dengan menggunakan rumus:
KD = r2 x 100%
KD : Koefisien Determination (kontribusi variabel X terhadap variabel Y).
r : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
- A. Perhatian Orang Tua
- 1. Pengertian Perhatian Orang Tua
Perhatian menurut Sumadi Suryabrata adalah “pemusatan tenaga psikis tertuju kepada suatu objek” (Sumadi, 1993: 14). Sedangkan Bimo Walgito mengemukakan bahwa perhatian merupakan “pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktifitas individu yang ditunjukkan kepada sesuatu atau sekumpulan obyek” (Walgito, 1990: 56). Kemudian Kartini Kartono menyatakan bahwa “perhatian itu merupakan reaksi umum dari organisme dan kesadaran, yang menyebabkan bertambahnya aktivitas, daya konsentrasi, dan pembatasan kesadaran terhadap satu obyek”(Kartini, 1996: 111).
Dari beberapa pengertian perhatian menurut para pakar tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa perhatian adalah pemusatan atau kesadaran jiwa yang diarahkan kepada sesuatu obyek tertentu yang memberikan rangsangan kepada individu, sehingga ia hanya mempedulikan obyek yang merangsang itu. Dari pengertian ini, maka perhatian orang tua dapat diartikan sebagai kesadaran jiwa orang tua untuk memperdulikan anaknya, terutama dalam hal memberikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, baik dalam segi emosional maupun material.
- 2. Faktor yang Mempegaruhi Perhatian Orang Tua
Adapun faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua terhadap anaknya, menurut Zakiyah Daradjat di antaranya adalah karena para orang tua khawatir jikalau anaknya menjadi siswa yang nakal di sekolah. Karena rasa kasih sayang orang tua, maka mereka menjaga baik-baik keselamatan dan kesehatan anaknya. Perhatian juga diberikan orang tua karena ingin agar anak mereka maju dan pemuncak (berprestasi) di kelasnya. Maka para orang tua selalu menyuruh anaknya agar belajar dan belajar sepanjang waktu. Hanya saja, perhatian orang tua makin lama makin berkurang sesuai dengan bertambah besarnya tubuhnya dan bertambah dewasa usianya. (Zakiah Daradjat, 1974: 165-167).
- 3. Bentuk Perhatian Orang Tua terhadap Belajar Anak
Perhatian orang tua, terutama dalam hal pendidikan anak, sangatlah diperlukan. Terlebih lagi yang harus difokuskan adalah perhatian orang tua terhadap aktivitas belajar yang dilakukan anak sehari-hari dalam kapasitasnya sebagai pelajar dan penuntut ilmu, yang akan diproyeksikan kelak sebagai pemimpin masa depan. Bentuk perhatian orang tua terhadap belajar anak dapat berupa pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar anak, pemberian motivasi dan penghargaan serta pemenuhan kebutuhan belajar anak.
- 4. Pemberian bimbingan dan nasihat
- a. Pemberian bimbingan belajar
Menurut Oemar Hamalik dengan mengutip pendapat Stikes & Dorcy, menyatakan bahwa bimbingan adalah “suatu proses untuk menolong individu dan kelompok supaya individu itu dapat menyesuaikan diri dan memecahkan masalah-masalahnya” (Oemar Hamalik, 2002: 93). Kemudian ia juga mengutip pendapat Stoops, yang menyatakan bimbingan adalah “suatu proses yang terus menerus untuk membantu perkembangan individu dalam rangka mengembangkan kemampuannya secara maksimal untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat.”
Sedangkan H.M. Arifin dan Etty Kartikawati dengan mengutip pendapat Ketut Sukardi, menyebutkan bimbingan adalah “bantuan yang diberikan kepada individu dalam menentukan pilihan dan mengadakan penyesuaian secara logis dan nalar” (Arifin, 1998: 9).
Dari beberapa definisi bimbingan yang telah dikemukakan, jika dikaitkan dengan bimbingan orang tua kepada anak, bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan orang tua kepada anaknya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Memberikan bimbingan kepada anak merupakan kewajiban orang tua. Hal ini tersirat dalam Al Qur,an dalam surah An Nisaa’ ayat 9 Allah firman:
Artinya: dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.(Tim Penerjemah, Departemen Agama RI, 1995:19)
Bimbingan belajar terhadap anak berarti pemberian bantuan kepada anak dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup, agar anak lebih terarah dalam belajarnya dan bertanggung jawab dalam menilai kemampuannya sendiri dan menggunakan pengetahuan mereka secara efektif bagi dirinya, serta memiliki potensi yang berkembang secara optimal meliputi semua aspek pribadinya sebagai individu yang potensial. Di dalam belajar anak membutuhkan bimbingan. Anak tidak mungkin tumbuh sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Anak sangat memerlukan bimbingan dari orang tua, terlebih lagi dalam masalah belajar. Seorang anak mudah sekali putus asa karena ia masih labil, untuk itu orang tua perlu memberikan bimbingan pada anak selama ia belajar. Dengan pemberian bimbingan ini anak akan merasa semakin termotivasi, dan dapat menghindarkan kesalahan dan memperbaikinya.
Dalam upaya orang tua memberikan bimbingan kepada anak yang sedang belajar dapat dilakukan dengan menciptakan suasana diskusi di rumah. Banyak keuntungan yang dapat diambil dari terciptanya situasi diskusi di rumah antara lain; memperluas wawasan anak, melatih menyampaikan gagasan dengan baik, terciptanya saling menghayati antara orang tua dan anak, orang tua lebih memahami sikap pandang anak terhadap berbagai persoalan hidup, cita-cita masa depan, kemauan anak, yang pada gilirannya akan berdampak sangat efektif bagi daya dukung terhadap kesuksesan belajar anak.
- b. Memberikan nasihat
Bentuk lain dari perhatian orang tua adalah memberikan nasihat kepada anak. Menasihati anak berarti memberi saran-saran untuk memecahkan suatu masalah, berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan pikiran sehat. Nasihat dan petuah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak-anak terhadap kesadaran akan hakikat sesuatu serta mendorong mereka untuk melakukan sesuatu perbuatan yang baik. Betapa pentingnya nasihat orang tua kepada anaknya, sehingga Al Qur’an memberikan contoh, seperti yang terdapat dalam surah Luqman 31:13 Allah berfirman:
Artinya: dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(Tim Penerjemah, Departemen Agama RI, 1995:654)
Nasihat dapat diberikan orang tua pada saat anak belajar di rumah. Dengan demikian maka orang tua dapat mengetahui kesulitan-kesulitan anaknya dalam belajar. Karena dengan mengenai kesulitan-kesulitan tersebut dapat membantu usaha untuk mengatasi kesulitannya dalam belajar, sehingga anak dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
Dalam upaya memberikan bimbingan, di samping memberikan nasihat, kadang kala orang tua juga dapat menggunakan hukuman. Hukuman diberikan jika anak melakukan sesuatu yang buruk, misalnya ketika anak malas belajar atau malas masuk ke sekolah. Tujuan diberikannya hukuman ini adalah untuk menghentikan tingkah laku yang kurang baik, dan tujuan selanjutnya adalah mendidik dan mendorong anak untuk menghentikan sendiri tingkah laku yang tidak baik.
Di samping itu hukuman yang diberikan itu harus wajar, logis, obyektif, dan tidak membebani mental, serta harus sebanding antara kesalahan yang diperbuat dengan hukuman yang diberikan. Apabila hukuman terlalu berat, anak cenderung untuk menghindari atau meninggalkan. Dalam hal ini M. Ngalim Purwanto mengemukakan sifat hukuman yang mendidik, yaitu “a) senantiasa merupakan jawaban atas suatu pelanggaran; b) sedikit-banyaknya selalu bersifat tidak menyenangkan; c) selalu bertujuan ke arah perbaikan; hukuman itu hendaklah diberikan untuk kepentingan anak itu sendiri”(Purwanto, 1987: 236). Bentuk hukuman yang dapat diberikan pada anak adalah di antaranya:
1) Restitusi yaitu anak untuk mengerjakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Bagi anak yang prestasinya kurang maka hukuman restitusinya misalnya mengatur waktu belajar, memberikan buku-buku bacaan yang dapat menunjang prestasi belajarnya dan lain sebagainya.
2) Deprivasi yaitu mencabut atau menghentikan sesuatu yang disenangi anak. Bagi anak yang prestasi belajarnya kurang, maka hukuman deprivasinya misalnya dengan tidak boleh nonton TV dan sebagainya.
3) Membebani dengan sesuatu yang menyakitkan atau menyedihkan. Jika anak tersebut prestasinya jelek dan tidak mau belajar barulah hukuman yang ketiga ini diberikan pada anak, seperti menjewer, sedikit memukul dan sebagainya.
- 5. Pengawasan Orang Tua terhadap belajar
Orang tua perlu mengawasi pendidikan anak-anaknya, sebab tanpa adanya pengawasan yang kontinu dari orang tua besar kemungkinan pendidikan anak tidak akan berjalan lancar. Pengawasan orang tua tersebut dalam arti mengontrol atau mengawasi semua kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengawasan yang diberikan orang tua dimaksudkan sebagai penguat disiplin supaya pendidikan anak tidak terbengkelai, karena terbengkelainya pendidikan seorang anak bukan saja akan merugikan dirinya sendiri, tetapi juga lingkungan hidupnya.
Pengawasan orang tua terhadap anaknya biasanya lebih diutamakan dalam masalah belajar. Dengan cara ini orang tua akan mengetahui kesulitan apa yang dialami anak, kemunduran atau kemajuan belajar anak, apa saja yang dibutuhkan anak sehubungan dengan aktifitas belajarnya, dan lain-lain. Dengan demikian orang tua dapat membenahi segala sesuatunya hingga akhirnya anak dapat meraih hasil belajar yang maksimal. Pengawasan orang tua bukanlah berarti pengekangan terhadap kebebasan anak untuk berkreasi tetapi lebih ditekankan pada pengawasan kewajiban anak yang bebas dan bertanggung jawab. Ketika anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penyimpangan, maka orang tua yang bertindak sebagai pengawas harus segera mengingatkan anak akan tanggung jawab yang dipikulnya terutama pada akibat-akibat yang mungkin timbul sebagai efek dari kelalaiannya. Kelalaiannya di sini contohnya adalah ketika anak malas belajar, maka tugas orang tua untuk mengingatkan anak akan kewajiban belajarnya dan memberi pengertian kepada anak akan akibat jika tidak belajar. Dengan demikian anak akan terpacu untuk belajar sehingga prestasi belajarnya akan meningkat. Pengawasan atau kontrol yang dilakukan orang tua tidak hanya ketika anak di rumah saja, akan tetapi hendaknya orang tua juga terhadap kegiatan anak di sekolah. Pengetahuan orang tua tentang pengalaman anak di sekolah sangat membantu orang tua untuk lebih dapat memotivasi belajar anak dan membantu anak menghadapi masalah-masalah yang dihadapi anak di sekolah serta tugas-tugas sekolah.
Untuk mengetahui pengalaman anak di sekolah orang tua diharapkan selalu menghadiri setiap undangan pertemuan orang tua di sekolah, melakukan pertemuan segitiga antara orang tua, guru dan anak sesuai kebutuhan terutama ditekankan untuk membicarakan hal-hal yang positif serta orang tua sebaiknya secara teratur, dalam suasana santai mendiskusikan dengan anak, kejadian-kejadian di sekolah. Satijan mengemukakan tentang pentingnya pertemuan antara orang tua dan guru sebagai berikut:
Pertemuan orang tua dan guru, memungkinkan orang tua untuk dapat:
- Mendapatkan informasi tentang perkembangan anak di sekolah, prestasi belajarnya, tingkah lakunya dan aktivitas anak di sekolah serta kesulitan yang dialaminya, yang amat berguna bagi orang tua dalam membimbing anak di rumah.
- Berbagi informasi tentang keadaan anak, baik kepribadiannya, cara belajarnya maupun hal lain yang dapat digunakan oleh guru dalam membimbing anaknya di sekolah. Memperoleh masukan tentang apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua di rumah untuk membantu anaknya dalam meningkatkan prestasi belajarnya.
- Ikut dilibatkan secara langsung di dalam menghadapi kesulitan dan memecahkan masalah yang dihadapi anak di sekolah maupun di rumah. (Satijan, 2001: 1)
Dalam upaya saling bantu membantu antar orang tua dan guru dalam belajar anak, ada beberapa hal yang perlu di lakukan orang tua, seperti yang dikemukakan oleh H.M. Arifi Keluarga dapat membantu sekolah dengan:
- Ayah membiasakan anak taat, terus terang dan dapat dipercaya, jujur dalam ucapan dan perbuatan.
- Keluarga menunjukkan rasa simpatinya terhadap segala pekerjaan yang dikerjakan oleh guru serta membantu sekuat tenaga dalam mendidik anak-anak mereka.
- Keluarga memperhatikan kontinuitas anak-anaknya tiap hari sekolah, dan memperhatikan juga keberesan kewajiban rumah dan mendorong anak-anaknya untuk menetapi segala yang diperintahkan oleh sekolah.
- Keluarga tidak membebani anak pekerjaan-pekerjaan rumah yang melemahkan penunaian tugas-tugas sekolah. (Arifin, 1980: 19)
Dari hal tersebut, maka jelaslah bahwa pertemuan antara guru dengan orang tua banyak membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Ini merupakan sasaran yang amat baik untuk menjalin kerja sama dalam mengupayakan apa yang terbaik untuk keberhasilan belajar anak di sekolah.
- 6. Pemberian motivasi dan penghargaan
Sebagai pendidik yang utama dan pertama bagi anak, orang tua hendaknya mampu memberikan motivasi dan dorongan. Sebab tugas memotivasi belajar bukan hanya tanggungjawab guru semata, tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi anak untuk lebih giat belajar. Jika anak tersebut memiliki prestasi yang bagus hendaknya orang tua menasihati kepada anaknya untuk meningkatkan aktivitas belajarnya. Dan untuk mendorong semangat belajar anak hendaknya orang tua mampu memberikan semacam hadiah untuk menambah minat belajar bagi anak itu sendiri. Namun jika prestasi belajar anak itu jelek atau kurang maka tanggung jawab orang tua tersebut adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada anak untuk lebih giat dalam belajar.
Dorongan orang tua kepada anaknya yang berprestasi jelek atau kurang itu sangat diperlukan karena dimungkinkan kurangnya dorongan dari orang tua akan bertambah jelek pula prestasinya dan bahkan akan menimbulkan keputusasaan. Tindakan ini perlu dilakukan oleh orang tua baik kepada anak yang berprestasi baik ataupun kurang baik dari berbagai jenis aktivitas, seperti mengarahkan cara belajar, mengatur waktu belajar dan sebagainya, selama pengarahan dari orang tua itu tidak memberatkan anak. Stephanie Daisy Imelda R. mengemukakan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua pada anak yang prestasinya kurang, yaitu:
- Kenali kemampuan anak. Jangan menuntut anak melebihi kemampuannya. Anak yang sering mendapat tuntutan yang terlalu tinggi, akan mudah menjadi frustrasi dan akhirnya menjadi mogok belajar.
- Jangan membanding-bandingkan. Orang tua sebaiknya jangan membanding-bandingkan anak dengan kakak atau adiknya mengingat setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda. Anak yang sering dibanding-bandingkan dapat kehilangan kepercayaan diri. Bangkitkanlah rasa percaya diri anak dengan menghargai setiap usaha yang telah dilakukan.
- Menerima anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
- Membantu anak mengatasi masalahnya. Bila anak memang membutuhkan guru les, jangan dipaksakan anak dengan kemampuannya sendiri hanya karena ayah dan ibunya dahulu tidak pernah les.
- Tingkatkan semangat belajar anak. Kita dapat melakukan hal ini dengan, misalnya memberi pujian, pelukan, belaian maupun ciuman.
- Jangan mencela anak dengan kata-kata yang menyakitkan. Orang tua harus menghindari mencela anak dengan kata-kata, “bodoh”, “tolol”, “otak udang”, dan sebagainya. Anak yang sering mendapat label atau cap seperti itu pada akhirnya akan mempunyai pandangan bahwa dirinya memang bodoh dan tolol.
- Mendidik adalah tanggung jawab bersama. Ayah dan Ibu mempunyai tanggung jawab yang sama dalam mendidik anak.
- Jangan lupa berdoa agar anak kita mendapat hasil yang terbaik. (Imelda, 2007)
Berikut ini dikemukakan cara-cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membangkitkan motivasi anak agar tumbuh rasa senang dalam belajar yang dikutip dari sebuah artikel, yaitu sebagai berikut:
- Sisihkan waktu barang satu jam sampai dua jam untuk dapat bertemu dengan anak-anak.
- Curahan kasih sayang dengan tidak ada maksud memanjakan atau menuruti segala kemauannya.
- Tanyakan sekilas tentang pelajaran di sekolah.
- Berilah penghargaan pada si anak dari hasil belajarnya sekalipun hanya sebuah kata-kata manis.
- Tanyakan apa yang menjadi kesulitannya,berilah nasihat untuk menyelesaikan.
- Bimbinglah untuk mengatur jadwal belajarnya belajar secara kontinu dan mandiri.
- Berilah sangsi yang mendidik jika ia melakukan keteledoran.
- Jagalah kewibawaan orang tua agar ia tetap menghormati.
- Usahakan untuk memenuhi kebutuhan belajarnya.
- Selalu berkonsultasi dengan guru jika ada masalah yang penting
(Atmadi, http://www.lumajang.go.id.)
Di samping itu orang tua juga perlu memberikan penghargaan kepada anak. Penghargaan adalah sesuatu yang diberikan orang tua kepada anaknya karena adanya keberhasilan anak dalam belajar sehingga meraih prestasi. Hal ini sangat berguna bagi anak karena dengan penghargaan anak akan timbul rasa bangga, mampu atau percaya diri dan berbuat yang lebih maksimal lagi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah memberikan pujian dan penghargaan pada kemampuan atau prestasi yang diperoleh anak. Pujian dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa orang tua menilai dan menghargai tindakan usahanya.
Bentuk lain penghargaan orang tua selain memberi pujian adalah dengan memberikan semacam hadiah atau yang lain. Hadiah ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi pada anak, untuk menggembirakan, dan untuk menambah kepercayaan pada anak itu sendiri, serta untuk mempererat hubungan dengan anak. Akan tetapi orang tua juga harus tetap memberikan nasihat karena hadiah itu sendiri juga bisa merusak dan menyimpangkan pikiran anak dari tujuan belajar yang sebenarnya.
- 7. Pemenuhan Kebutuhan Belajar
Kebutuhan belajar adalah segala alat dan sarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar anak. kebutuhan tersebut bisa berupa ruang belajar anak, seragam sekolah, buku-buku, alat-alat belajar, dan lain-lain. Pemenuhan kebutuhan belajar ini sangat penting bagi anak, karena akan dapat mempermudah baginya untuk belajar dengan baik. Dalam hal ini Bimo Walgito menyatakan bahwa “semakin lengkap alat-alat pelajarannya, akan semakin dapat orang belajar dengan sebaik-baiknya, sebaliknya kalau alat-alatnya tidak lengkap, maka hal ini merupakan gangguan di dalam proses belajar, sehingga hasilnya akan mengalami gangguan”(Walgito, 1990: 123). Tersedianya fasilitas dan kebutuhan belajar yang memadai akan berdampak positif dalam aktivitas belajar anak. Anak-anak yang tidak terpenuhi kebutuhan belajarnya sering kali tidak memiliki semangat belajar. Lain halnya jika segala kebutuhan belajarnya tercukupi, maka anak tersebut lebih bersemangat dan termotivasi dalam belajar.
Mengenai perhatian terhadap kebutuhan belajar, kaitannya dengan motivasi belajar mempunyai pengaruh yang sangat kuat. Hal itu dapat diketahui bahwa dengan dicukupinya kebutuhan belajar, berarti anak merasa diperhatikan oleh orang tuanya. Kebutuhan belajar, seperti buku termasuk unsur yang sangat penting dalam upaya meningkatkan prestasi belajar. Karena buku merupakan salah satu sumber belajar, di samping sumber belajar yang lain. Dengan dicukupinya buku yang merupakan salah satu sumber belajar, akan memperlancar proses belajar mengajar di dalam kelas dan mempermudah dalam belajar di rumah. Dan juga akan dapat meningkatkan semangat belajar bagi anak. Dengan demikian sudah sepatutnya bagi para orang tua untuk memperhatikan dan berusaha memenuhi kebutuhan belajar anak.
- B. Prestasi Belajar
Untuk memudahkan pemahaman tentang prestasi belajar, terlebih dahulu perlu dibahas mengenai pengertian “prestasi” dan “belajar”.
- 1. Pengertian Prestasi
Prestasi adalah “apa yang dihasilkan atau diciptakan”. Menurut Adikusuma S., prestasi ialah “apa yang dapat diciptakan, hasil yang menggembirakan.”5 Sedangkan WJS Poerwadarminta, mengartikan prestasi dengan “hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)” (Adikusuma, 1992: 288). Dari ketiga pengertian tersebut, terlihat ada satu kesamaan bahwa prestasi adalah merupakan hasil dari suatu kegiatan. Untuk itu dapat disimpulkan, bahwa prestasi adalah hasil yang menggembirakan dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, baik secara perorangan maupun kelompok dalam bidang tertentu.
- 2. Pengertian Belajar
Berbagai pendapat yang dikemukakan para ahli tentang pengertian belajar, di antaranya Athur J. Getes yang dikutip oleh Ki RBS. Fudyartanto, menyatakan bahwa “Belajar adalah perubahan tingkah laku melalui pengalaman dan latihan” (Fudyartanto, 2002: 150). Kemudian, menurut R. S. Chauhan, “belajar adalah membawa perubahan-perubahan dalam tingkah laku dari organisme.” Sementara Morgan yang dikutip oleh M. Ngalim Purwanto, berpendapat bahwa ”belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman”(Purwanto, 1998: 84). Selanjutnya Witting, seperti yang dikutip Muhibbin Syah, mengemukakan, bahwa “belajar ialah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman”(Muhibbin, 1999: 61). Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan keseluruhan tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil dari latihan dan pengalaman. Pengertian ini dapat dipandang sebagai pengertian belajar secara luas.
Kemudian dalam pengertian sempit, belajar adalah “The process of acquirring knowlegde (proses memperoleh pengetahuan)”. Sementara Sardiman memberikan pengertian belajar (dalam arti sempit) “…sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya” (Sardiman, 2001: 20). Dari kedua pengertian ini, dapat dipahami bahwa belajar dalam arti sempit hanya terbatas pada perolehan dan penguasaan ilmu pengetahuan saja.
- 3. Pengertian Prestasi belajar
Dari pengertian “prestasi” dan “belajar” tersebut di atas, dapat diambil suatu pengertian, bahwa prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa pengetahuan, sikap maupun keterampilan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari kegiatan belajar. Dalam pengertian yang lebih praktis, prestasi belajar dapat diartikan dengan penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan oleh seorang siswa yang dikembangkan melalui mata pelajaran dan indikatornya ditunjukkan dengan nilai hasil tes yang diberikan oleh guru.
- 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Winkel di dalam ditptksd.go.ididex.ph Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik tentunya beraneka ragam, tetapi secara garis besar ada dua faktor, yaitu: “faktor-faktor pada fihak peserta didik (faktor internal) dan faktor-faktor di luar peserta didik (faktor eksternal)”
Menurut Crow and Crow yang dikutip oleh Johny Killis (1988: 26) dalam ditptksd.go.ididex.ph ada tiga faktor yang menimbulkan minat, yaitu faktor yang ditimbulkan dari dalam diri sendiri, faktor motif sosial dan faktor emosional.
Pendapat tersebut sejalan dengan yang dikemukakan Sudarsono, faktor-faktor yang menimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut:
- Faktor kebutuhan dari dalam. Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan.
- Faktor motif sosial. Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan dari lingkungan di mana ia berada.
- Faktor emosional. Faktor yang merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap suatu kegiatan atau objek tertentu. (Sudarsono, 1980: 12).
Jadi berdasarkan dua pendapat tersebut, faktor yang menimbulkan minat, dalam hal ini minat untuk belajar, yaitu: dorongan dari diri individu, dorongan sosial, dan dorongan emosional.
- C. Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Anak
Perhatian orang tua memiliki berhubungan positif dengan prestasi belajar peserta didik di sekolah. Nila F. Moeloek menyatakan bahwa “kajian empiris membuktikan bahwa peran keluarga dan orang tua berkaitan erat dan positif dengan prestasi belajar anak.”22 Dalam sebuah artikel berjudul Agenda Reformasi Pendidikan, dinyatakan bahwa:
Faktor orang tua dalam keberhasilan belajar anak sangat dominan. Banyak penelitian baik di dalam maupun di luar negeri menemukan kesimpulan tersebut. Faktor orang tua bisa dikategorikan ke dalam dua variabel: variabel struktural dan variabel proses. Yang dapat dikategorikan variabel struktural antara lain latar belakang status sosial ekonomi, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan orang tua. Sedangkan variabel proses adalah berupa perilaku orang tua dalam memberikan perhatian dan bantuan kepada anaknya dalam belajar. Untuk bisa mewujudkan variabel kedua tersebut tidak harus tergantung pada variabel pertama. Artinya, tidak hanya keluarga “kaya” atau berpendidikan tinggi bisa menciptakan variabel proses. Contoh variabel proses antara lain: orang tua menyediakan tempat belajar untuk anaknya; orang tua mengetahui kemampuan anaknya di mana anak mempunyai nilai paling bagus; pelajaran apa anak paling tidak bisa; apa kegiatan anak yang paling banyak dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah; orang tua sering menanyakan tentang apa yang dipelajari anaknya; orang tua membantu anaknya dalam belajar (Pak Guru Online, http://paguruonline.pendidikan.net /wacana_pdd_15.html.).
Sikap dan perhatian orang tua, baik dari ayah atau ibu terhadap anaknya dalam melakukan aktivitas belajar, akan menimbulkan pengaruh positif terhadap hasil belajar yang dicapainya. Misalnya, komunikasi yang dilakukan orang tua kepada anak dalam suasana penuh keakraban dengan menanyakan tentang belajarnya di sekolah ataupun mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, dapat memberi semangat terhadap aktivitas belajarnya. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Oji Kurniadi, yang dikutip surat kabar Pikiran Rakyat (21 November 2003), menyatakan bahwa frekuensi komunikasi antara ayah dan anak akan berpengaruh positif dan dapat meningkatkan prestasi belajar anak-anaknya. Artinya, semakin tinggi frekuensi komunikasi yang dilakukan, maka prestasi belajar peserta didik akan meningkat. Bahkan, dengan komunikasi akan mengurangi perpecahan atau pertentangan yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Selanjutnya, Slameto dengan mengemukakan hasil penelitian yang dilakukan Dougherty, T. dan Kurosaka, L., menyatakan:
Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa bila orang tua berperan dalam pendidikan, anaknya menunjukkan peningkatan prestasi belajarnya, diikuti dengan perbaikan sikap, stabilitas sosio-emosional, kedisiplinan, serta aspirasi anaknya untuk belajar sampai di Perguruan Tinggi, bahkan setelah bekerja dan berkeluarga.
Menurut hasil-hasil penelitian selama 30 tahun terakhir oleh National Parent Teacher Asosiation, yang juga dikutif oleh Slameto, menyimpulkan tentang manfaat peran dan perhatian orang tua, terutama ayah, hubungannya dengan pendidikan anak, adalah: makin baiknya tumbuh kembang anak secara fisik, sosio-emosional, keterampilan kognitif, pengetahuan dan bagaimana anak belajar sehingga prestasi belajarnya lebih tinggi sering mendapat nilai A (9-10), kehadiran sekolah lebih tertib/disiplin serta aktif dalam ekstrakurikuler, menyelesaikan dengan tepat dan benar PR, bersikap lebih positif terhadap sekolah, masuk ranking yang lebih tinggi dan setamat SMTA memasuki Perguruan Tinggi favorit.(Slamento, http://re-searchengines.com/slameto2.htm., 24 Mei 2009).
Kemudian Slameto mengutip pendapat Bloir, bahwa: Ayah dapat berperan penting bagi perkembangan pribadi anak, baik sosial, emosional maupun itelektualnya. Pada diri anak akan tumbuh motivasi, kesadaran dirinya, dan identitas skill serta kekuatan/ kemampuan-kemampuannya sehingga memberi peluang untuk sukses belajarnya, identitas gender yang sehat, perkembangan moral dengan nilainya dan sukses lebih primer dalam keluarga dan kerja/kariernya kelak. Terhadap semua itu pengaruh peran ayah yang paling kuat adalah terhadap prestasi belajar anak dan hubungan sosial yang harmonis. (Slamento, http://re-searchengines.com/slameto2.htm., 24 Mei 2009).
Dikemukakan pula hasil penelitian US Departement Of Education yang di acu Wood Elementary Dad’s Club (2002) diperoleh bahwa: Siswa-siswa yang mendapat nilai A (Setara 9-10) ternyata 51% ayah dan ibu yang berperan pada aras tinggi, atau 48% hanya ayah saja yang berperan tinggi, atau 44% hanya ibu saja yang berperan tinggi, dan atau 27% baik ayah maupun ibu yang berperan pada aras yang rendah. Sedangkan di kalangan peserta didik yang tinggal klas, 6% saja yang baik ayah maupun ibu berperan tinggi, atau 9% hanya ibu saja yang berperan tinggi, dan atau 21% baik ayah maupun ibu yang berperan rendah. (Slameto, http://re-searchengines.com/slameto2.htm.,).
Dari beberapa keterangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengaruh perhatian orang tua sangat dominan terhadap keberhasilan belajar peserta didik. Dengan kata lain bahwa perhatian yang diberikan orang tua terhadap anak, terutama dalam hal pendidikan dan belajarnya, memiliki hubungan dan pengaruh positif terhadap prestasi belajar yang dicapai peserta didik di sekolah.
BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
- A. Gambaran Umum Obyek Penelitian
- 1. Sejarah Singkat Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak
Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak merupakan sekolah lanjutan tingkat pertama yang bercirikan khas agama Islam sebagai alih fungsi dari Madrasah Tsanawiyah Swasta berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 515 A. tahun 1995.
Dalam perjalanannya setelah mencapai usia 12 (dua belas) tahun ini, tetap komitmen pada aturan yang berlaku yang dikembangkan dengan arah kebijakan Madrasah serta pendayagunaan potensi tenaga edukatif, tenaga administratif serta fasilitas sarana yang ada, Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak telah menunjukkan jati dirinya sebagai Madrasah yang dapat menghasilkan lulusan yang cukup menggembirakan, hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai keberhasilan yang dicapai peserta didik. Demikian pula sebagai timbal balik hubungan dengan masyarakat dengan Madrasah menunjukkan perhatian serta kepercayaan yang semakin positif, hal ini pun dapat dibuktikan dengan peminta peserta didik dari tahun ke tahun terus meningkat baik dari MI atau SD.
Kendatipun demikian, sebagai suatu proses usaha pendidikan yang menghadapi berbagai heteroginitas dalam komponen-komponennya, maka tidak menutup mata terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu dalam mengoperasionalkan usaha pendidikan pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak secara berkesinambungan pimpinan Madrasah serta seluruh mitra kerjanya senantiasa berpikir inovatif dan profektif pada kemajuan pada kemajuan dan kesempurnaan Madrasah.
- 2. Data Identitas Madrasah
| Nama Madrasah | : | MTsN CIMERAK |
| Alamat Lengkap | : | Jl. Raya Cimerak No. 27 Telp. (0265) 633330 |
| Kec. Cimerak Kab. Ciamis 46395 | ||
| NSM | : | 211320902017 |
| Jenjang Akreditasi | : | Negeri |
| Tahun didirikan | : | 1968 |
| Tahun di Negerikan | : | 1995 |
Tanah
1.220 M2 Hak guna pakai |
||
- 3. Data Bangunan
Secara geografis letak Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak cukup strategis yaitu berlokasi di kota Kecamatan Cimerak yang menghubungkan jalan Legokjawa – Cimerak – Cijulang dan Sindangsari – Cimerak – Cijulang, yang dibangun diatas areal tanah seluas 1.220 M2 yang diperoleh dari pemerintahan Desa Cimerak sebagai hak guna pakai dan 2.900 (M2) yang diperoleh dari BP3. Lokasi ini ditinjau dari transportasi dapat dijangkau oleh setiap jurusan kendaraan, sehingga memudahkan bagi yang berhubungan dengan Madrasah baik guru, karyawan, peserta didik atau yang lainnya.
Adapun data bangunan hingga tahun 2009, baik bantuan dari pemerintah maupun swadaya masyarakat (BP.3) yaitu sebagai berikut :
Tabel 2
Bangunan bantuan dari pemerintah melalui DIP/DIPA,
| No. | Nama Bangunan | Luas/M2 | Jumlah | Kondisi | |
| Baik | Rusak | ||||
|
|
Ruang Belajar | 756 | 12 | 10 | 2 |
|
|
Ruang Kepala Madrasah | 28 | 1 | 1 | - |
|
|
Ruang tata Usaha | 35 | 1 | 1 | - |
|
|
Ruang Guru | 70 | 1 | 1 | - |
|
|
Ruang OSIS | 18 | 1 | 1 | - |
|
|
Ruang UKS | 18 | 1 | 1 | - |
|
|
Ruang Komputer | 49 | 1 | - | 1 |
|
|
WC | 16 | 4 | 3 | 1 |
Tabel 3
Bangunan bantuan dari swadaya masyarakat melalui BP.3
| No. | Nama Bangunan | Luas/M2 | Jumlah | Kondisi | |
| Baik | Rusak | ||||
|
|
Ruang BP | 21 | 1 | 1 | - |
|
|
WC | 6 | 2 | 2 | - |
|
|
Gudang | 7 | 1 | 1 | - |
|
|
Lapangan Volley Ball | 182 | 1 | 1 | - |
- 4. Data Ketenagaan / Pegawai
Tenaga edukatif atau guru adalah sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan pendidikan pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak sampai tahun pelajaran 2008/2009 adalah tenaga yang diangkat pemerintah Departemen Agama dan Tenaga Honorer/Sukwan.
Adapun tenaga edukatif berdasarkan tingkat dan latar belakang pendidikan pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Cimerak pada tabel berikut ini.
Tabel 4
Data Guru Tetap MTs Negeri Cimerak
| No. | Pendidikan Terakhir | S2 | S1 | SM/D3 | D2 | Lain-lain | Jumlah |
|
|
IAIN : | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
|
IAID | ||||||
|
- | 3 | - | - | - | 3 | |
|
|
STIA | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
|
IAIN | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
|
UNSIL | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
- | 1 | - | - | - | ||
|
|
UNIGAL Ciamis | ||||||
|
- | 2 | - | - | - | 2 | |
|
|
IAIC | ||||||
|
- | - | - | - | - | - | |
|
|
IAIN | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
| Jumlah | - | 12 | - | - | - | 12 | |
Tabel 5
Data Guru Tidak Tetap MTs Negeri Cimerak
| No. | Pendidikan Terakhir | S2 | S1 | SM/D3 | D2 | Lain-lain | Jumlah |
|
|
IAIN : | ||||||
|
- | - | - | - | - | - | |
|
|
IAID | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
|
IAIC Tasikmalaya | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
|
IAILM Tasikmalaya | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
|
UNSIL | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
|
STKIP | ||||||
|
- | - | 2 | - | - | 2 | |
|
|
STIK | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
|
UPI | ||||||
|
- | 1 | - | - | - | 1 | |
|
- | 1 | - | - | 1 | 1 | |
|
|
SLTA | - | - | - | - | - | 1 |
| Jumlah | - | 8 | 2 | - | 1 | 11 | |
Tabel 6
Data Tenaga Administratif MTs Negeri Cimerak
| No | Pendidikan Terakhir | Tetap | Tidak Tetap | Jumlah |
| 1 | IAIN/S.1 | - | - | - |
| 2 | IAID/S.1 | 2 | - | 2 |
| 3 | SLTA | 1 | 4 | 5 |
| Jumlah | 3 | 4 | 7 | |
- 5. Data Kesiswaan
Keadaan peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak pada tahun Pelajaran 2008/2009 adalah sebagai berikut :
Tabel 7
Data Kesiswaan MTs Negeri Cimerak
| Kelas | Laki-laki | Perempuan | Jumlah | Jumlah Rombel |
| VII | 87 | 76 | 163 | 5 |
| VIII | 83 | 79 | 162 | 5 |
| IX | 58 | 67 | 125 | 4 |
| Jumlah | 228 | 222 | 450 | 14 |
- B. Penyajian Data
- 1. Data Tentang Perhatian Orang Tua Terhadap Anak
Untuk memperoleh data tentang perhatian orang tua terhadap belajar peserta didik, penulis menyebarkan angket kepada responden yaitu orang tua peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 40 orang tua. Berikut ini disajikan daftar nama-nama orang tua sebagai responden beserta nama anaknya sebagai peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak.
Tabel 8
Daftar Nama-Nama Orang Tua Dan Siswa Madrasah Tsanawiyah
Tahun Pelajaran 2008/2009
| NO. | NAMA SISWA | NAMA ORANG TUA | KELAS |
| 1 | ABDUL JAFAR | IDHAM RAZIE | VII – a |
| 2 | BAMBANG | RAHMANI | VII – a |
| 3 | DADAN GUMILAR | RUSTINA | VII – a |
| 4 | DIANA MELIDA PUJI | M. MASJUDINOR | VII – a |
| 5 | ENI VERAWATI | SARNI | VII – a |
| 6 | GUNGUN GUNAWAN | HIDAYAT | VII – a |
| 7 | HUDAYA | ZAINUDDIN | VII – a |
| 8 | SAMSI NURSAMSI | YARDIANSYAH | VII – a |
| 9 | ADE JUNAEDI | MUHIDIN | VII – b |
| 10 | BAYU | ZAINAL AQLI | VII – b |
| 11 | DADANG SOPANDI | TAJWINI | VII – b |
| 12 | DUDUNG JAELANI | ADENAN | VII – b |
| 13 | FIRMAN MAULANA | MISRANUDDIN | VII – b |
| 14 | HASIB HASIBIN | SAYUTI | VII – b |
| 15 | IMADDUDDIN | M. AMIN | VII – b |
| 16 | SISKA SUCI N | H. SYAHRAN | VII – b |
| 17 | ADRIAN | SUGIANTORO | VII – c |
| 18 | BENI SUHENDAR | YAKINUDDIN | VII – c |
| 19 | DEDEN EKADENA | SYAMSURI | VII – c |
| 20 | EKA WAHYUDIN | IBRAHIM | VII – c |
| 21 | GALUH RAHMAWAN | JOHANSYAH | VII – c |
| 22 | HENDRI NUGROHO | ABD. GAFAR | VII – c |
| 23 | IMAN YUDA PERMANA | AHMADI | VII – c |
| 24 | SITI MIRA | H. MUKHLIS | VII – c |
| 25 | ALI IBRAHIM | ARIFIN | VII – d |
| 26 | BUDI FIRMANSYAH | H. SUBRI | VII – d |
| 27 | DEDEN NIRWANA | ARDANI | VII – d |
| 28 | ELAN SUHERLAN | MARHANI | VII – d |
| 29 | GANDA SUGANDA | SYA’RANI | VII – d |
| 30 | HERI SAEPUDIN | SALEH | VII – d |
| 31 | NITA FITRIANI | SYAHRAN | VII – d |
| 32 | TATANG HERMAWAN | ARDIANSYAH | VII – d |
| 33 | ANDRI ANDRIANSYAH | ILMI YADI | VII – e |
| 34 | BUDI HERYANTO | KHAIRIL ANWAR | VII – e |
| 35 | DERI KUSMANA | BASIRUN | VII – e |
| 36 | EMAN HERMAWAN | ABRANSYAH | VII – e |
| 37 | GANDI SUGANDI | BASRAN | VII – e |
| 38 | HERU SUNARYO | HAZIKI | VII – e |
| 39 | NURJAMAN | SADERI | VII – e |
| 40 | UNDANG KUSWAYA | HILMI | VII – e |
Selanjutnya akan disajikan hasil jawaban dari angket yang dibagikan kepada 40 orang tua peserta didik yang berisi 30 item soal dan masing-masing soal diberi tiga alternatif jawaban. Dari masing-masing alternatif jawaban diberi bobot nilai sebagai berikut: Untuk jawaban a diberi skor 3 Untuk jawaban b diberi skor 2 untuk jawaban c diberi skor 1 hasil jawaban angket tentang perhatian orang tua dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini.
Tabel 9
Hasil Jawaban Angket Perhatian Orang Tua Dari Orang Tua Siswa
Madrasah Tsanawiyah Cimerak
| No. | NAMA ORTU | Jawaban 30 Item Soal | Bobot Nilai | Jumlah | ||||
| a | b | c | 3 | 2 | 1 | |||
| 1 | IDHAM RAZIE | 20 | 8 | 2 | 60 | 16 | 2 | 78 |
| 2 | RAHMANI | 17 | 11 | 2 | 51 | 22 | 2 | 75 |
| 3 | RUSTINA | 12 | 15 | 3 | 36 | 30 | 3 | 69 |
| 4 | M. MASJUDINOR | 1 | 18 | 11 | 3 | 36 | 11 | 50 |
| 5 | SARNI | 20 | 6 | 4 | 60 | 12 | 4 | 76 |
| 6 | HIDAYAT | 21 | 6 | 3 | 63 | 12 | 3 | 78 |
| 7 | ZAINUDDIN | 18 | 10 | 2 | 54 | 20 | 2 | 76 |
| 8 | YARDIANSYAH | 15 | 10 | 5 | 45 | 20 | 5 | 70 |
| 9 | MUHIDIN | 17 | 12 | 1 | 51 | 24 | 1 | 76 |
| 10 | ZAINAL AQLI | 11 | 17 | 2 | 33 | 34 | 2 | 69 |
| 11 | TAJWINI | 22 | 7 | 1 | 66 | 14 | 1 | 81 |
| 12 | ADENAN | 6 | 6 | 18 | 18 | 12 | 18 | 48 |
| 13 | MISRANUDDIN | 14 | 14 | 2 | 42 | 28 | 2 | 72 |
| 14 | SAYUTI | 20 | 5 | 5 | 60 | 10 | 5 | 75 |
| 15 | M. AMIN | 13 | 11 | 6 | 39 | 22 | 6 | 67 |
| 16 | H. SYAHRAN | 22 | 8 | 0 | 66 | 16 | 0 | 82 |
| 17 | SUGIANTORO | 26 | 2 | 2 | 78 | 4 | 2 | 84 |
| 18 | YAKINUDDIN | 16 | 8 | 6 | 48 | 16 | 6 | 70 |
| 19 | SYAMSURI | 8 | 14 | 8 | 24 | 28 | 8 | 60 |
| 20 | IBRAHIM | 21 | 9 | 0 | 63 | 18 | 0 | 81 |
| 21 | JOHANSYAH | 5 | 22 | 3 | 15 | 44 | 3 | 62 |
| 22 | ABD. GAFAR | 23 | 6 | 1 | 69 | 12 | 1 | 82 |
| 23 | AHMADI | 16 | 8 | 6 | 48 | 16 | 6 | 70 |
| 24 | H. MUKHLIS | 20 | 7 | 3 | 60 | 14 | 3 | 77 |
| 25 | ARIFIN | 1 | 23 | 6 | 3 | 46 | 6 | 55 |
| 26 | H. SUBRI | 6 | 21 | 3 | 18 | 42 | 3 | 63 |
| 27 | ARDANI | 24 | 1 | 5 | 72 | 2 | 5 | 79 |
| 28 | MARHANI | 22 | 7 | 1 | 66 | 14 | 1 | 81 |
| 29 | SYA’RANI | 12 | 16 | 2 | 36 | 32 | 2 | 70 |
| 30 | SALEH | 24 | 4 | 2 | 72 | 8 | 2 | 82 |
| 31 | SYAHRAN | 14 | 11 | 5 | 42 | 22 | 5 | 69 |
| 32 | ARDIANSYAH | 18 | 11 | 1 | 54 | 22 | 1 | 77 |
| 33 | ILMI YADI | 11 | 18 | 1 | 33 | 36 | 1 | 70 |
| 34 | KHAIRIL ANWAR | 14 | 10 | 6 | 42 | 20 | 6 | 68 |
| 35 | BASIRUN | 6 | 16 | 8 | 18 | 32 | 8 | 58 |
| 36 | ABRANSYAH | 24 | 5 | 1 | 72 | 10 | 1 | 83 |
| 37 | BASRAN | 12 | 16 | 2 | 36 | 32 | 2 | 70 |
| 38 | HAZIKI | 6 | 7 | 17 | 18 | 14 | 17 | 49 |
| 39 | SADERI | 17 | 11 | 2 | 51 | 22 | 2 | 75 |
| 40 | HILMI | 13 | 15 | 2 | 39 | 30 | 2 | 71 |
- 2. Data Prestasi Belajar Siswa
Untuk mengetahui prestasi belajar setiap peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 10
Data Hasil Prestasi Belajar pada raport Semester 1
| No. | NAMA SISWA | KELAS | NILAI RAPORT |
| 1 | ABDUL JAFAR | VII – a | 7,77 |
| 2 | BAMBANG | VII – a | 6,44 |
| 3 | DADAN GUMILAR | VII – a | 7,00 |
| 4 | DIANA MELIDA PUJI | VII – a | 7,50 |
| 5 | ENI VERAWATI | VII – a | 7,61 |
| 6 | GUNGUN GUNAWAN | VII – a | 7,55 |
| 7 | HUDAYA | VII – a | 8,11 |
| 8 | SAMSI NURSAMSI | VII – a | 6,91 |
| 9 | ADE JUNAEDI | VII – b | 7,50 |
| 10 | BAYU | VII – b | 7,72 |
| 11 | DADANG SOPANDI | VII – b | 6,90 |
| 12 | DUDUNG JAELANI | VII – b | 6,10 |
| 13 | FIRMAN MAULANA | VII – b | 6,89 |
| 14 | HASIB HASIBIN | VII – b | 8,44 |
| 15 | IMADDUDDIN | VII – b | 6,83 |
| 16 | SISKA SUCI N | VII – b | 7,16 |
| 17 | ADRIAN | VII – c | 6,44 |
| 18 | BENI SUHENDAR | VII – c | 6,05 |
| 19 | DEDEN EKADENA | VII – c | 7,59 |
| 20 | EKA WAHYUDIN | VII – c | 7,54 |
| 21 | GALUH RAHMAWAN | VII – c | 6,34 |
| 22 | HENDRI NUGROHO | VII – c | 6,96 |
| 23 | IMAN YUDA PERMANA | VII – c | 7,04 |
| 24 | SITI MIRA | VII – c | 8,18 |
| 25 | ALI IBRAHIM | VII – d | 6,28 |
| 26 | BUDI FIRMANSYAH | VII – d | 6,66 |
| 27 | DEDEN NIRWANA | VII – d | 7,20 |
| 28 | ELAN SUHERLAN | VII – d | 8,04 |
| 29 | GANDA SUGANDA | VII – d | 6,70 |
| 30 | HERI SAEPUDIN | VII – d | 7,54 |
| 31 | NITA FITRIANI | VII – d | 7,58 |
| 32 | TATANG HERMAWAN | VII – d | 7,00 |
| 33 | ANDRI ANDRIANSYAH | VII – e | 6,00 |
| 34 | BUDI HERYANTO | VII – e | 7,62 |
| 35 | DERI KUSMANA | VII – e | 5,04 |
| 36 | EMAN HERMAWAN | VII – e | 7,89 |
| 37 | GANDI SUGANDI | VII – e | 8,11 |
| 38 | HERU SUNARYO | VII – e | 7,78 |
| 39 | NURJAMAN | VII – e | 8,00 |
| 40 | UNDANG KUSWAYA | VII – e | 6,30 |
| JUMLAH | 286,31 | ||
Prestasi belajar peserta didik tersebut diperoleh dari nilai raport semester ganjil tahun pelajaran 2008/2009 dari masing-masing peserta didik.
- C. Analisis Data
- 1. Tingkat Perhatian Orang Tua dan Prestasi Belajar Siswa
Untuk mengetahui kualitas perhatian orang tua, maka terlebih dahulu ditentukan luas interval nilai ( i ) untuk menentukan kategori kualitas
dengan rumus sebagai berikut:
Sedang untuk mencari Range ( R ) rumusnya adalah
R = H – L
Keterangan:
R = Range (Jarak Pengukuran)
H = Skor atau nilai yang tertinggi (Highest Score)
L = Skor atau nilai yang terendah (Lowest Score)
Dari tabel di atas diketahui skor tertinggi ( H ) adalah 84 dan skor terendah (L) adalah 48. Jadi R = 84 – 48 = 36
Maka
Jadi luas intervalnya 12
Dengan demikian dapat diketahui interval nilai dan kategori sebagai berikut :
Tabel 11
Interval Nilai Perhatian Orang Tua MTs Negeri Cimerak
| NO | INTERVAL | KATEGORI |
| 1 | 48 – 60 | Kurang Perhatian |
| 2 | 61 – 73 | Cukup Perhatian |
| 3 | 74 – 86 | Sangat Perhatian |
Dari interval di atas, maka dapat diketahui kualitas masing-masing perhatian orang tua yang disajikan pada tabel di bawah ini:
Tabel 12
Kualitas Perhatian Orang Tua MTs Negeri Cimerak
| No. | NAMA ORTU | NILAI | KATEGORI |
| 1 | IDHAM RAZIE | 78 | Sangat Perhatian |
| 2 | RAHMANI | 75 | Sangat Perhatian |
| 3 | RUSTINA | 69 | Cukup Perhatian |
| 4 | M. MASJUDINOR | 50 | Kurang Perhatian |
| 5 | SARNI | 76 | Sangat Perhatian |
| 6 | HIDAYAT | 78 | Sangat Perhatian |
| 7 | ZAINUDDIN | 76 | Sangat Perhatian |
| 8 | YARDIANSYAH | 70 | Cukup Perhatian |
| 9 | MUHIDIN | 76 | Sangat Perhatian |
| 10 | ZAINAL AQLI | 69 | Cukup Perhatian |
| 11 | TAJWINI | 81 | Sangat Perhatian |
| 12 | ADENAN | 48 | Kurang Perhatian |
| 13 | MISRANUDDIN | 72 | Cukup Perhatian |
| 14 | SAYUTI | 75 | Sangat Perhatian |
| 15 | M. AMIN | 67 | Cukup Perhatian |
| 16 | H. SYAHRAN | 82 | Sangat Perhatian |
| 17 | SUGIANTORO | 84 | Sangat Perhatian |
| 18 | YAKINUDDIN | 70 | Cukup Perhatian |
| 19 | SYAMSURI | 60 | Kurang Perhatian |
| 20 | IBRAHIM | 81 | Sangat Perhatian |
| 21 | JOHANSYAH | 62 | Cukup Perhatian |
| 22 | ABD. GAFAR | 82 | Sangat Perhatian |
| 23 | AHMADI | 70 | Cukup Perhatian |
| 24 | H. MUKHLIS | 77 | Sangat Perhatian |
| 25 | ARIFIN | 55 | Kurang Perhatian |
| 26 | H. SUBRI | 63 | Cukup Perhatian |
| 27 | ARDANI | 79 | Sangat Perhatian |
| 28 | MARHANI | 81 | Sangat Perhatian |
| 29 | SYA’RANI | 70 | Cukup Perhatian |
| 30 | SALEH | 82 | Sangat Perhatian |
| 31 | SYAHRAN | 69 | Cukup Perhatian |
| 32 | ARDIANSYAH | 77 | Sangat Perhatian |
| 33 | ILMI YADI | 70 | Cukup Perhatian |
| 34 | KHAIRIL ANWAR | 68 | Cukup Perhatian |
| 35 | BASIRUN | 58 | Kurang Perhatian |
| 36 | ABRANSYAH | 83 | Sangat Perhatian |
| 37 | BASRAN | 70 | Cukup Perhatian |
| 38 | HAZIKI | 49 | Kurang Perhatian |
| 39 | SADERI | 75 | Sangat Perhatian |
| 40 | HILMI | 71 | Cukup Perhatian |
| JUMLAH | 2848 | ||
Selanjutnya untuk mengetahui rata-rata kualitas perhatian MTs Negeri Cimerak dari keseluruhan orang tua dilakukan dengan rumus sebagai berikut:
Maka = 71,20
Jadi rata-rata perhatian orang tua terhadap belajar peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak berada pada kategori cukup perhatian karena intervalnya berada pada 61 – 73. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum rata-rata orang tua cukup perhatian terhadap belajar peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak.
Selanjutnya untuk mengetahui prestasi belajar peserta didik, terlebih dahulu juga luas interval nilai ( i ) untuk menentukan kategori dengan rumus sebagai berikut:
Sedang untuk mencari Range ( R ) rumusnya adalah
R = H – L
Dari tabel di atas diketahui skor tertinggi ( H ) adalah 8,44 dan skor terendah (L) adalah 5,04. Jadi R = 8,44 – 5,04 = 3,4
Maka Jadi luas intervalnya 1,13
Dengan demikian dapat diketahui interval nilai dan kategori sebagai berikut :
Tabel 13
Interval Nilai Perhatian Orang Tua MTs Negeri Cimerak
| NO | INTERVAL | KATEGORI |
| 1 | 7,20 – 8,44 | Baik |
| 2 | 6,20 – 7,10 | Cukup Baik |
| 3 | 5,04 – 6,10 | Kurang Baik |
Selanjutnya untuk mengetahui rata-rata prestasi belajar peserta didik MTs Negeri Cimerak sebagai berikut:
Maka = 7,16
Jadi rata-rata prestasi belajar peserta didik berada pada kategori baik karena intervalnya berada pada 7,20 – 8,44. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum nilai prestasi belajar peserta didik MTs Negeri Cimerak adalah baik.
- 2. Hubungan Perhatian Orang Tua dan Prestasi Belajar Siswa
Setelah diketahui bahwa rata-rata orang tua cukup perhatian terhadap belajar siswa MTs Negeri Cimerak dan juga diketahui secara umum bahwa nilai prestasi belajar siswa adalah baik. Dengan demikian untuk mengetahui apakah perhatian orang tua dan prestasi belajar tersebut memiliki hubungan positif yang signifikan, maka dilakukan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus korelasi serial sebagai yaitu sebagai berikut:
Keterangan:
rser = Koefisien Korelasi Serial
Or = Ordinat yang lebih rendah
Ot = Ordinat yang lebih tinggi
M = Mean
SDtot = Standar Deviasi Total
P = Proporsi individu dalam golongan
Sebelum dilakukan perhitungan untuk mengetahui nilai koefisien Korelasi Serial, terlebih dahulu dirumuskan Hipotesis Alternatif ( Ha ) dan Hipotesis Nihilnya ( Ho ), sebagai berikut:
| Ha | : | Ada hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak. |
| Ho | : | Tidak ada hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak. |
Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk memperoleh nilai Koefisien Korelasi Serial ( rser ) dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- a. Mencari Standar Deviasi Total (SDtot)
Untuk mencari Standar Deviasi digunakan rumus:
Keterangan:
SDtot = Standar Deviasi Total
Y = Nilai rata-rata masing-masing peserta didik
Y2 = Nilai rata-rata masing-masing peserta didik yang dikuadratkan
N = Jumlah peserta didik
Selanjutnya untuk dapat menggunakan rumus di atas, terlebih dahulu dibuat tabel kerja sebagai berikut:
Tabel 14
Tabel Kerja Untuk Mencari SDtot
| No. | Y | Y² |
| 1 | 7,77 | 60,37 |
| 2 | 6,44 | 41,47 |
| 3 | 7,00 | 49,00 |
| 4 | 7,50 | 56,25 |
| 5 | 7,61 | 57,91 |
| 6 | 7,55 | 57,00 |
| 7 | 8,11 | 65,77 |
| 8 | 6,91 | 47,75 |
| 9 | 7,50 | 56,25 |
| 10 | 7,72 | 59,60 |
| 11 | 6,90 | 47,61 |
| 12 | 6,10 | 37,21 |
| 13 | 6,89 | 47,47 |
| 14 | 8,44 | 71,23 |
| 15 | 6,83 | 46,65 |
| 16 | 7,16 | 51,27 |
| 17 | 6,44 | 41,47 |
| 18 | 6,05 | 36,60 |
| 19 | 7,59 | 57,61 |
| 20 | 7,54 | 56,85 |
| 21 | 6,34 | 40,20 |
| 22 | 6,96 | 48,44 |
| 23 | 7,04 | 49,56 |
| 24 | 8,18 | 66,91 |
| 25 | 6,28 | 39,44 |
| 26 | 6,66 | 44,36 |
| 27 | 7,20 | 51,84 |
| 28 | 8,04 | 64,64 |
| 29 | 6,70 | 44,89 |
| 30 | 7,54 | 56,85 |
| 31 | 7,58 | 57,46 |
| 32 | 7,00 | 49,00 |
| 33 | 6,00 | 36,00 |
| 34 | 7,62 | 58,06 |
| 35 | 5,04 | 25,40 |
| 36 | 7,89 | 62,25 |
| 37 | 8,11 | 65,77 |
| 38 | 7,78 | 60,53 |
| 39 | 8,00 | 64,00 |
| 40 | 6,30 | 39,69 |
| 286,31 | 2070,65 |
Setelah diketahui nilai 286,31 dan 2070,65 dan N = 40 maka dapat dilakukan perhitungan Standar Deviasi Total dengan rumus berikut: sehingga menghasilkan SDtot adalah 0,730.
- b. Menentukan Nilai Rata-rata ( M ) dan Proporsi ( P ) prestasi belajar siswa dari masing-masing golongan perhatian orang tua.
Untuk menentukan Nilai Rata-rata ( M ) dan Proporsi ( P ) prestasi belajar siswa dari masing-masing golongan perhatian orang
tua dilakukan dengan bantuan tabel berikut ini:
Tabel 15
Tabel Kerja Untuk Mencari Nilai Rata-rata dan
Proporsi Masing-masing Kelompok
| STATISTIK | PRESTASI BELAJAR SISWA GOLONGAN ORANG TUA | ||
| SANGAT PERHATIAN | CUKUP PERHATIAN | KURANG PERHATIAN | |
| 7,77 | 7,00 | 7,50 | |
| 6,44 | 6,91 | 6,10 | |
| 7,81 | 7,72 | 7,59 | |
| 7,55 | 6,89 | 6,28 | |
| 8,11 | 6,83 | 5,04 | |
| 7,50 | 6,05 | 7,78 | |
| 6,90 | 6,34 | ||
| 8,44 | 7,04 | ||
| 7,16 | 6,66 | ||
| 6,44 | 6,70 | ||
| 7,54 | 7,58 | ||
| 6,96 | 6,00 | ||
| 8,18 | 7,62 | ||
| 7,20 | 8,11 | ||
| 8,04 | 6,30 | ||
| 7,54 | |||
| 7,00 | |||
| 7,89 | |||
| 8,00 | |||
| JUMLAH | 142,47 | 103,75 | 40,29 |
| JUMLAH SISWA | 19 | 15 | 6 |
| PROPORSI | 0,475 | 0,375 | 0,150 |
| MEAN TIAP GOLONGAN | 7,50 | 6,92 | 6,72 |
Dari tabel tersebut diketahui bahwa untuk golongan sangat perhatian berjumlah 19 orang, nilai jumlahnya 142,47 sedangkan proporsi siswa golongan 0,475 dan rata-rata pada golongan ini adalah 7,50. Untuk golongan cukup perhatian berjumlah 15 orang, nilai jumlahnya 103,75 sedangkan proporsi siswa golongan 0,375 dan rata-rata pada golongan ini 6,92. Dan golongan kurang perhatian berjumlah 6 orang, nilai jumlahnya 40,29 sedangkan proporsi siswa golongan ini 0,150 dengan rata-ratanya 6,72.
- c. Melakukan perhitungan korelasi serial
Untuk dapat menggunakan rumus korelasi serial, terlebih dahulu dibuat tabel rumus serial. Namun sebelumnya harus ditentukan tinggi ordinat yang memisahkan antara bagian distribusi dengan distribusi lain, yaitu ordinat tertinggi (Ot) dan ordinat terendah (Or) di antara 3 golongan yang terdapat pada tabel. Untuk mengetahuinya dapat dilihat pada tabel “Ordinat dan z pada Korve Normal” yang terdapat pada lampiran. Dalam tabel tersebut terdapat kolom P (Proporsi), pada kolom ini ditemukan tinggi ordinat (O) untuk P 0,475 adalah 0,39816 sebagai ordinat tertinggi dan O sebagai ordinat terendah, yang merupakan hasil dari P = 0,475 + 0,375 = 0,850 dengan tinggi ordinatnya 0,23316.
Selanjutnya dapat dilakukan perhitungan untuk mencari Angka Indeks Korelasi Serial, karena telah diketahui pada lampiran. Sehingga nilai rser adalah 0,497.
- d. Memberikan interpretasi terhadap rser dengan tabel “r” Pruduct Moment
Untuk mengetahui sejauh mana korelasi atau hubungan antara
perhatian orang tua dan prestasi belajar siswa MTs Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis, maka nilai koefisien korelasi serial yang telah diperoleh kembali dikonsultasikan dengan tabel “r” Product Moment yang dapat dilihat pada lampiran.
Namun sebelumnya dilakukan konsultasi dengan tabel “r” Product Moment, terlebih dahulu mencari derajat kebebasan (db) atau degrees of freedom (df) dengan rumus:
df = N – nr
Dengan diperoleh df, maka dapat dicari besarnya “r” yang tercantum dalam tabel nilai “r” product moment, baik taraf signifikan 5% maupun pada taraf signifikan 1%.
Mencari df atau db dengan rumus df = N – nr, dimana jumlah (N) = 40 dan variabel yang dikorelasikan adalah 2 maka df = 40 – 2 = 38. Setelah diketahui df = 38 dengan melihat tabel nilai “r” product moment maka dapat diketahui bahwa dengan df = 38 pada taraf signifikan 5% diperoleh “r” product moment nya sebesar 0,320, sedangkan pada taraf signifikan 1% diperoleh “r” product moment sebesar 0,413.
Selanjutnya membandingkan antara rser dengan rtabel dan sebagai ketentuannya adalah:
1) Jika rser lebih besar dari rtabel (rser > rtabel) maka Ha diterima dan Ho ditolak.
2) Jika Jika rser lebih kecil dari rtabel (rser < rtabel) maka Ha ditolak dan Ho diterima.
Seperti yang telah diketahui bahwa nilai rser = 0,497, sedangkan nilai rtabel masing-masing sebesar 0,320 dan 0,413. Dengan demikian ternyata rser lebih besar dari pada rtabel (rser > rtabel), baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Karena rser lebih besar dari pada rtabel, maka Hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak.” diterima atau disetujui dan Ho yang berbunyi “Tidak ada hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak.” ditolak.
Selanjutnya untuk mengetahui letak daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis, penulis sajikan gambar berikut ini:
Gambar 2
Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis
Daerah penolakan
(daerah kritik) Daerah penerimaan
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
- A. Kesimpulan
Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dan dari hasil penelitian sebagaimana telah diuraikan pada bab terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
- Perhatian orang tua cukup perhatian terhadap belajar peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak, yang dibuktikan dari nilai rata-rata perhatian orang tua sebesar 71,20 yang berada pada interval 61 – 73 dengan kategori cukup perhatian.
- Prestasi belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak sudah baik, yang dibuktikan dari nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 7,16 pada interval 7,20 – 8,44 dengan kategori baik
- Terdapat hubungan atau korelasi positif yang cukup signifikan antara Perhatian Orang Tua dan Prestasi Belajar Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan statistik dengan rumus korelasi serial yang diperoleh nilai koefisien rser sebesar 0,497. dan setelah dikonsultasikan dengan tabel r-Pruduct Moment menunjukkan bahwa rser lebih besar dari rtabel, baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Dengan demikian juga telah terbukti kebenaran hipotesis yang berbunyi “Besarnya perhatian orang tua siswa berpengaruh terhadap tingginya prestasi belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis.”
- B. Saran-saran
- Kepada orang tua siswa hendaknya dapat terus dan lebih meningkatkan perhatiannya terhadap belajar anak di rumah, baik dalam segi pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan dan dorongan, maupun perlengkapan fasilitas belajar mereka.
- Kepada siswa hendaknya dapat terus belajar dengan giat agar memperoleh prestasi yang memuaskan, di samping juga menuruti bimbingan dan nasihat orang tua dan memanfaatkan sebaik-baiknya segala fasilitas belajar yang mereka berikan.
- Kepada guru hendaknya lebih dapat meningkatkan hubungan dengan pihak orang tua agar dapat berbagi informasi tentang keadaan anak, baik kepribadiannya, cara belajarnya maupun hal lain yang dapat digunakan oleh guru dalam membimbing siswa di sekolah. Di samping itu juga untuk dapat melibatkan orang tua secara langsung di dalam menghadapi kesulitan dan memecahkan masalah yang dihadapi siswa di sekolah maupun di rumah.
- Kepada kepala sekolah hendaknya melakukan berbagai upaya agar dapat sering mempertemukan antara pihak guru dan pihak orang tua yang bersama-sama mendiskusikan usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
A.M., Sardiman. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Al-Ghazali, Imam. 2003. Ihya Ulumiddin, Terjemah: Moh. Zuhri Dipl. dkk. Semarang: CV. As Syifa.
Arifin, H.M. dan Etty Kartikawati. 1998. Materi Pokok Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama.
________, 1980. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga, Jakarta: Bulan Bintang.
Atmadi. 14 Desember 2007. Memotivasi Belajar Siswa di Rumah, http://www.lumajang.go.id.
Daradjat, Zakiah. 1974. Problema Remaja di Indonesia. Jakarta: Bulan Bintang.
Daradjat, Zakiah. dkk. 1999. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta : Bumi Aksara.
Departemen Agama RI. 1995. Al-Qur’an dan Terjemahannya, Semarang: Toha Putra.
Elias, Maurice J. 2002. Cara-cara Efektif Mengasuh Anak dengan EQ : Mengapa Penting Membina Disiplin Diri, Tanggung Jawab, dan Kesehatan Emosional Anak-anak pada Masa Kini, Bandung: Kaifa.
Fudyartanto, Ki RBS. 2002. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Jogjakarta: Global Pustaka Utama.
Hamalik, Oemar. 1990. Psikologi Belajar dan Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algesindu.
Imelda R., Stephanie Daisy. 24 Mei 2009. “Peran Orang Tua dalam Membantu Anak Belajar”, http://www.bpkpenabur.or.id.
Kartono, Kartini, Psikologi Umum. 1996. Bandung : Mandar Maju.
_____. Tt. Kamus Mini Populer, Surabaya: Karya Anda.
Moeloek, Nila F. 24 Mei 2009. Mengapa ada Percepatan Penuntasan Gerakan Wajib Belajar Pendidikan Dasar sembilan tahun. http://www.dwp.or.id.
Mustaqim dan Abdul Wahab. 1991. Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta.
Pakguruonline. 24 Mei 2009. Agenda Reformasi Pendidikan. http://paguruonline.pendidikan.net/wacana_pdd_15.html.
Pikiran Rakyat. 21 November 2003. Komunikasi Ibu-Anak yang Berkualitas Perlu. http://www.pikiran-rakyat.com. /cetak/1103/21/03×2.htm.
Poerwadarminta, W.J.S. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Purwanto, M. Ngalim. 1987. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, Bandung: Remadja Karya.
Satijan. April 2001. Pentingnya Pertemuan Orang tua – Guru dalam Membantu Keberhasilan Anak di sekolah. Penabur, No.4 THN.XXVIII.
Slameto. 24 Mei 2009. Peranan Ayah Dalam Pendidikan Anak Dan Hubungannya Dengan Prestasi Belajarnya. http://re-searchengines.com/slameto2.htm.
Subana, dkk. 2005. Statistik Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia.
Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Suharsono. 2001. Mencerdaskan Anak: Mensintesakan Kembal Intelegensi Umum (IQ) dan Intelegensi Emosional (IE) dengan Intelegensi Spiritual (IS), Jakarta: Inisiasi Press.
Suryabrata, Sumadi. 1998. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Syah, Muhibbin. 1999. Psikologi Belajar, Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
_________. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Ulwan, Abdullah Nashih. 1999. Pendidikan Anak dalam Islam, Jakarta: Pustaka Amani.
Walgito, Bimo. 1990. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Yogyakarta: Andi Ofset.
_________, Pengantar Psikologi Umum. 1990. Yogyakarta: Andi Offset.
Waluyo, Hari. 24 Mei 2009. Hambatan Kultural Kurikulum 2004. http: //www.suaramerdeka.com. /harian/0401/26/kha2.htm.
Wibowo, Pramuji. 24 Mei 2009. Pengaruh Motivasi Terhadap Efektivitas Belajar. http://pramujiwibowo.wordpress.com.
-0,413 0 0,320 0,413
& Komentar
Other links to this post
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. TrackBack URI







By cara online, 29/07/2010 @ 08:27
Saya rasa peran serta orang tua sangat di perlukan untuk membuat anak lebih maksimal dalam belajar..