Pasar Cijulang Pembangunan Pasar yang terlunta

Dari awal rencana pembangunan Pasar Cijulang memang telah menempuh pembicaraan panjang untuk mencapai kesepakatan antara pihak-pihak terkait. Tentang itu jelas saya bukannya kurang ngerti, bahkan mungkin tidak mengerti sama sekali. Yang saya tahu pasar dibongkar dan para pedagang meluber ke jalanan yang lokasinya agak berjauhan dari satu kios ke kios yang lain. Persis pasar kaget ramadhan di pinggiran kota besar.

Setiap kali lewat ke depan proyek pembangunan pasar saya suka menengok sekedar untuk tahu bagaimana perkembangannya. Terus terang untuk kelas proyek pembangunan sangat lambat bahkan akhir-akhir ini para pekerjanya pun raib entah kemana.

Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang selalu memanfaatkan jasa Pasar Cijulang, karena kebetulan keluarga kami mempunyai warung kecil di kantin sekolah jadi tempat belanja yang dekat dan menyenangkan ya ke Pasar Cijulang. Yang namanya belanja rutin sudah puluhan tahun (lebih dari 15 tahu) tentu saja sama para penjual disana sudah banyak yang kenal dan bahkan akrab, sudah punya langganan istilah orang south africa mah…tapi sekarang….wah gila…nyari langganan tempat saya beli tempe saja harus muter-muter dulu setelah ketemu giliran ke tempat langganan sayur jalannya pun bisa lebih 300 meteran.

Yang namanya pindah lokasi baik sementara maupun sementerus jelas aja merubah posisi kios. Dari pemugaran pasar itu yang berlarut-larut banyak pedangan kios yang diuntungkan karena bisa pindah ke kios sementara yang strategis, ada yang pindah ke tempat yang nyumput (baca: jauh dari keramaian) malahan kayak seperti warung biasa, suasana ini kesannya acak adut banget.

Bahkan bukannya satu atau dua orang saya yang kehilangan pelanggan karena tidak bisa jualan lagi di lokasi sementara. Kalau toh kebetulan dapet lokasi omset penjualan mereka turun drastis.

1 Komentar

Other links to this post

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan komentar

CommentLuv Enabled